Pendidikan Agama Katolik merupakan salah satu sarana dalam menerapkan nilai-nilai dasar Kristiani untuk membantu wirausahawan dalam mengembangkan etika bisnis yang berintegritas dalam praktik bisnis. Masalahnya adalah mengintegrasikan iman, harapan, dan kasih Kristiani secara efektif dalam praktik kewirausahaan, agar moral dan etika tetap terjaga di tengah globalisasi. Tantangan ini mencakup bagaimana memastikan bahwa aspek moral dan etika tidak terabaikan dalam pengejaran keuntungan finansial, dan bagaimana Pendidikan Agama Katolik dapat memainkan peran yang lebih besar dalam membentuk wirausahawan yang bertanggung jawab secara moral dan berdampak positif bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan urgensi dan relevansi nilai-nilai Kristiani, khususnya dari perspektif Pendidikan Agama Katolik, dalam praktik kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan studi literatur. Kajian ini menemukan bahwa iman, harapan, dan kasih membentuk motivasi, etika, dan sikap kewirausahaan, iman sebagai dasar moral dan daya tahan, harapan mendorong inovasi dan keberanian, sementara kasih menciptakan interaksi yang penuh empati terhadap kesejahteraan orang lain. Simpulannya bahwa Pendidikan Agama Katolik menjadi pilar nilai Kristiani dalam kewirausahaan, mencetak wirausahawan yang etis, peduli sosial, dan berkomitmen pada pelayanan kepada sesama dan Tuhan.