Trie Sartika Pratiwi
Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sumatera Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Capaian Kinerja: Studi Kasus Berbasis Dokumen LKjIP Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022–2024 Padriyansyah; Trie Sartika Pratiwi
Jurnal Kompetitif Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Kompetitif
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/kompetitif.v14i2.1689

Abstract

Abstract : The implementation of the Government Agency Performance Accountability System (SAKIP) is a key instrument for achieving accountability and improving the performance of government agencies. This study aims to evaluate the implementation of SAKIP and the performance achievements of the South Sumatra Provincial Cooperatives and SMEs Office during the 2022–2024 period. The study employed a descriptive evaluative approach with a single-agency study design. Data were sourced from the 2022–2024 Government Agency Performance Report (LKjIP) obtained from the official website of the South Sumatra Provincial Cooperatives and SMEs Office. Data analysis was conducted through document analysis, examining performance planning, performance measurement, performance reporting, and performance evaluation, as well as the achievement of Key Performance Indicators (KPI) and Activity Performance Indicators (IKK). The results indicate that SAKIP implementation has been carried out in accordance with the established stages and is supported by systematic planning and performance reporting. Performance achievements based on KPI and IKK during the study period were generally in the high category and showed an increasing trend from year to year. In 2024, performance achievements were relatively more stable and equitable compared to the previous year. However, evaluation results indicate the need to strengthen outcome-oriented performance evaluation aspects so that performance achievements do not solely focus on activity outputs. This study concludes that the implementation of SAKIP has contributed positively to agency performance achievements, but still requires continued strengthening, particularly in the aspect of results-based performance evaluation. Abstrak : Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan instrumen utama dalam mewujudkan akuntabilitas dan peningkatan kinerja instansi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi SAKIP dan capaian kinerja Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan selama periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan desain studi pada satu instansi. Data penelitian bersumber dari dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2022–2024 yang diperoleh melalui website resmi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis dokumen dengan menelaah perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan evaluasi kinerja, serta capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SAKIP telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang ditetapkan dan didukung oleh perencanaan serta pelaporan kinerja yang tersusun secara sistematis. Capaian kinerja berdasarkan IKU dan IKK selama periode penelitian secara umum berada pada kategori tinggi dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, capaian kinerja relatif lebih stabil dan merata dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan perlunya penguatan pada aspek evaluasi kinerja yang berorientasi pada outcome agar capaian kinerja tidak hanya berfokus pada output kegiatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SAKIP berkontribusi positif terhadap capaian kinerja instansi, namun masih memerlukan penguatan berkelanjutan terutama pada aspek evaluasi kinerja berbasis hasil.
Pengaruh Whistleblowing Systems dengan Dimensi Fraud Hexagon di Perusahaan BUMN Non Perbankan Trie Sartika Pratiwi; Sri Maryati; Abdul Rohman
Strategi : Jurnal Manajemen Vol 16 No 1 (2026): Strategi : Jurnal Manajemen - Publish April
Publisher : Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/strategi.v16i1.1790

Abstract

This study aims to examine the influence of financial stability, whistleblowing system, related party transaction, director change, frequent number of CEO’s pictures, and political connection on financial reporting fraud. The population used in this study is non-banking State-Owned Enterprises (BUMN) listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2018 – 2022. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 18 perusahaan. The analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis using IBM SPSS software. The findings of the study indicate that: (1) financial stability has a positive and significant effect on financial reporting fraud; (2) the whistleblowing system has a positive and significant effect on financial reporting fraud; (3) related party transactions have a positive and significant effect on financial reporting fraud; (4) director change does not have a significant effect on financial reporting fraud; (5) frequent number of CEO's pictures does not have a significant effect on financial reporting fraud; and (6) political connections do not have a significant effect on financial reporting fraud. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial stability, whistleblowing system, related party transaction, director change, frequent number of CEO’s pictures, dan political connection terhadap kecurangan laporan keuangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) non perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2018 – 2022. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak 18 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi liniear berganda dengan menggunakan software IBM SPSS. Hasil temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa: (1) financial stability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan; (2) whistleblowing system berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan; (3) related party transaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan; (4) director change tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan; (5) frequent number of CEO’s pictures tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan; dan (6) political connection tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan.