Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat secara global, termasuk pada remaja dan ini menjadi beban pada negara berkembang, seperti Indonesia. Laporan ini sangat menghawatirkan karena anemia pada remaja berdampak buruk terhadap gangguan kesehatan, gangguan konsentrasi belajar dan penurunan prestasi anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Tanjung Redeb Kabupaten Berau. Metode penelitian adalah studi cross sectional yang lakukan pada bulan Mei – Juni 2023. Sebanyak 50 remaja putri yang dilibatkan sebagai sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan metode recall 24 jam serta pengecekan kadar hemoglobin remaja dilakukan oleh perawat profesional menggunakan easy toach. Analisis data menggunakan SPSS versi 25 dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95 % (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja berusia 17 tahun 52,0%, status gizi normal yaitu 54,0%, lingkar lengan atas normal 50,0%, durasi menstruasi yang normal 76,0%, defisiensi asupan zat besi 56,0%, defisiensi vitamin B12 84,0%, defisiensi vitamin C 90,0%, remaja anemia sebesar 90,0%. Uji statistik menunjukkan ada hubungan asupan zat besi (p=0,046), asupan vitamin B12 (p=0,024), dan asupan vitamin C (p=0,005) dengan kejadian anemia. Adapun status gizi (p=0,728) dan lama menstruasi (p=0,838) tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kami merekomendasikan kepada pihak sekolah untuk membentuk regulasi baru dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi di kantin sekolah.