Abdullah Syafei
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Indonesia Maju

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh dan Pengetahuan Orang Tua terhadap Perilaku Orang Tua dalam Pendidikan Seks Prasekolah Aprilya Nency; Abdullah Syafei
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i02.37

Abstract

Pendidikan seks pada anak prasekolah merupakan upaya penting untuk membentuk pemahaman awal mengenai tubuh, batasan diri, dan perilaku yang aman. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada peran orang tua, terutama terkait pola asuh dan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (nilai p = 0,001; OR = 4,042) dan tingkat pengetahuan orang tua (nilai p = 0,008; OR = 3,094) dengan perilaku orang tua dalam memberikan pendidikan seks. Kesimpulannya, semakin baik pola asuh dan semakin tinggi pengetahuan orang tua, maka semakin positif perilaku mereka dalam memberikan pendidikan seks kepada anak prasekolah. Diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan dan menerapkan pola asuh yang mendukung keterbukaan serta komunikasi efektif mengenai pendidikan seks sejak dini.
Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil di Puskesmas Patia, Kabupaten Pandeglang Lilis Sulastri; Abdullah Syafei; Eni Yati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4074

Abstract

Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) menghadapi risiko kesehatan yang serius, yang juga berdampak pada tumbuh kembang janin. Asupan energi yang tidak mencukupi dapat meningkatkan risiko anemia dan perdarahan ibu, serta menyebabkan kelahiran bayi berat lahir rendah, kematian neonatal, kelainan bawaan, dan anemia pada bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan kejadian KEK pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 147 ibu hamil diambil sebagai sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh (57,8%) responden mengalami KEK. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kejadian KEK secara signifikan berhubungan dengan faktor pengetahuan gizi (nilai p = 0,001), paritas (nilai p = 0,001), pola makan (nilai p = 0,001), sanitasi lingkungan (nilai p = 0,001), dan ketahanan pangan (nilai p = 0,002). Analisis multivariat dengan regresi logistik ganda menunjukkan bahwa pengetahuan gizi (nilai p = 0,002; OR=0,013), paritas (nilai p = 0,001; OR=0,001), dan sanitasi lingkungan (nilai p = 0,001; OR=0,01) berhubungan signifikan dengan KEK dengan pengaruh negatif. Dinas kesehatan perlu mengoptimalkan program berbasis kesehatan masyarakat untuk penanganan ibu hamil KEK, seperti penyuluhan kesehatan ibu hamil, program keluarga berencana, dan peningkatan sanitasi lingkungan.
Evaluasi Penerapan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB-IRT) di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Depok Aprin Noercahyono; Rizky Fajar Meirawan; Abdullah Syafei
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 02 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i02.153

Abstract

Pangan merupakan salah satu kebutuhan hakiki bagi manusia. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK. 03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012 tentang Cara Produksi Pangan Yang Baik Bagi Industri Rumah Tangga menjadi panduan untuk memproduksi pangan dengan baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan cara produksi pangan yang baik sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh elemen yang diteliti terhadap penentuan skor industri rumah tangga. Berdasarkan data Januari sampai dengan November 2019 jumlah sarana industri rumah tangga 145 sarana. Dari hasil penelitian terjadi penyimpangan pada aspek kesehatan dan higiene karyawan, pelatihan karyawan, pemeliharan dan program higiene sanitasi. Hasil analisis membuktikan aspek kesehatan dan higiene karyawan, pelatihan karyawan, dan pemeliharaan dan program higiene sanitasi berpengaruh signifikan terhadap total skor industri rumah tangga sebesar 10,5% dengan Adjusted R.Square 0,086 . Sedangkan secara parsial tidak terdapat adanya pengaruh signifikan pelatihan karyawan terhadap total skor industri rumah tangga pangan sig.0.475. Sedangkan kesehatan dan higiene karyawan sig.0,003 dan pemeliharaan dan program higiene dan sanitasi hasil sig.0,039 secara parsial terhadap total skor IRTP terdapat ada pengaruh secara signifikansi.
Analisis Pengendalian Vektor Penyakit dan Binatang Pengganggu di Bagian Instalasi Gizi Rumah Sakit Cinto Bayani; Abdullah Syafei; Cici Demiyati
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 2 No. 03 (2023): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v2i03.154

Abstract

Rumah sakit adalah institusi yang menyediakan layanan kesehatan melalui interaksi antar banyak orang. Salah satu layanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit adalah program sanitasi rumah sakit, khususnya di Instalasi Gizi, untuk mengendalikan vektor dan binatang pengganggu yang dapat menjadi sumber penularan penyakit pada manusia. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 7 tahun 2019 menyatakan bahwa lingkungan, ruang, dan bangunan rumah sakit harus selalu bersih dan tersedia fasilitas sanitasi yang memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang biaknya serangga dan binatang penganggu lainnya. Penelitian dilakukan untuk menganalisis pengendalian vektor dan binatang pengganggu di Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian vektor dan binatang pengganggu di Instalasi Gizi RSJ Dr Soeharto Heerdjan telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan SOP yang berlaku. Selain itu, vektor penyakit dan binatang pengganggu dapat diminimalisir atau dimusnahkan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, analisis pengendalian vektor dan binatang pengganggu dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan SOP yang berlaku dan dapat membantu dalam menjaga sanitasi rumah sakit, sehingga tidak menjadi sumber penularan penyakit pada manusia.