This Author published in this journals
All Journal AGRIKA
Wijayanti, Dyah Ayu
Graduate Program

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESA WISATA SENDURO BERBASIS BUDAYA Wijayanti, Dyah Ayu
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.627 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.459

Abstract

Lumajang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terdapat salah satu kegiatan yang dapat menarik perhatian wisatawan adalah festival Orok-orok. Festival orok-orok dilaksanakan sangat meriah di Desa Senduro Kabupaten Lumajang pada malam hari. Orok-orok memiliki nama arti yang sama dengan festifal Ogoh-ogoh di Bali. Orok-orok adalah festival arakan Ogoh-ogoh yang dilakukan setahun sekali untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Orok-Orok adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Pada festival ini terdapat sekitar 20-an orok-orok yang akan di tampilkan dengan patung dan gaya berbeda-beda yang berkumpul di depan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Warga menyiapkan pertunjukan orok-orok dengan kreatifitas yang unik. Arakan orok-orok di mulai pukul 19.00 WIB. Arah arakan orok-orok di mulai dari Pura Mandara Giri Semeru Agung melewati jalan Raya Senduro, kecamatan Senduro, jalan Burno dan berakhir untuk di bakar di Ireng-Ireng Burno.Pembakaran Orok-orok di lambangkan sebagai pemusnahan iblis. Tradisi festifal Orok-orok menjelang Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan setiap tahun di Senduro tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara hal ini menunjukkan bahwa tradisi Orok-orok dapat diterima oleh masyarakat mulai dari skala lokal, nasional hingga internasional. Prosesi arak-arakan Orok-orok ini sangat bernilai untuk menambah wawasan budaya dan mampu menjadi daya tarik yang mengesankan bagi wisatawan domestik maupun asing. Bersamaan dengan malam yang semakin larut, beberapa lampu rumah warga yang beragama Hindu sudah mulai dimatikan. Hal ini seolah sebagai pertanda dimulainya prosesi Nyepi keesokan harinya. Kata Kunci: Desa Wisata, Senduro, Budaya, Mandara Giri Semeru Agung, Festival Orok- orok.