Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Induk Akhlak di Pondok Pesantren Mahasiswa Universal Fauruzzaman Nuryadin; Fauzan Alzikri; Gusti Arinda Putri Mahendra; Hasyina Nazira
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia, Kemuliaan manusia akan tetap bertahan selama manusia berpegang teguh kepada akhlak mulia yang dianjurkan oleh al-Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (QS. Al-isra {17}:70)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengimplementasian Induk Akhlak dipondok pesantren mahasiswa universal Bandung. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif yang langsung didapat dari narasumber yang berada di pondok pesantren mahasiswa universal Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengimplementasian Induk Akhlak dipondok pesantren mahasiswa universal telah dilakukan dengan cukup baik dan terstruktur dimulai dari pemahaman santri akan keharusan mengaji setelah solat magrib sampai menjelang isya, lalu juga berani melaksanakan muhadhoroh. Contoh dari muhadhorohnya ialah MC, membaca ayat suci al-qur’an, sambutan-sambutan (oleh dewan santri), pidato/ceramah, dan do’a hal ini merupakan pengimplementasian dari Syaja’ah. Lalu Hikmah yang diterapkan dalam lingkungan pondok pesantren mahasiswa universal ialah sebuah teguran akan mengingatkan bahwa yang dilakukannya salah dan lebih kepada menyadarkan agar hal yang salah tidak dilakukannya lagi. Kemudian Iffah dalam tahap pengimplementasian yang dilakukan dipondok pesantren mahasiswa universal ialah dengan adanya sebuah batasan antara laki-laki dan perempuan, contoh batasan tersebut ialah ketika mengaji antara laki-laki dan perempuan itu ditutup oleh hijab (penghalang). Dan yang terakhir terkait dengan keadilan, di lingkungan pondok pesantren mahasiswa universal Bandung ditekankan dengan adanya sebuah kesadaran pada diri sendiri yang disadarkan dengan lingkungan sekitar. Kesadaran ini selalu dilatih dengan kita peduli terhadap lingkungan sekitar, baik dalam kebersihan, pertemanan maupun yang lainnya. Sehingga dengan kita sadar akan hal itu maka kedepannya kita akan peka dengan dunia yang memang yang dinamis tidak menetap.
YouTube-Assisted Project-Based Learning and Student Creativity in Islamic Cultural History at Madrasah Aliyah Ratu Suntiah; Maslani; Asep Andi Rahman; Fauruzzaman Nuryadin; Bayu Bambang Nurfauji; Muhammad Shaiffullah Ahmad
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v24i1.2405

Abstract

This study examines the effectiveness of a YouTube-assisted Project-Based Learning (PjBL) model in enhancing students' creativity in Islamic Cultural History (ICH) at the madrasah aliyah level. Using a quasi-experimental non-equivalent control group design, the study involved 32 tenth-grade students divided into experimental (PjBL+YouTube) and control (conventional) classes. The creativity instrument was developed specifically for ICH, covering three indicators: originality of historical narrative, ability to connect Islamic values with contemporary contexts, and ethical multimedia production skills. Assessment combined a multiple-choice test and a project rubric for YouTube videos. Results show a medium N-Gain score (0.40) in the experimental class, higher than the control class (0.30), with statistical significance (p = 0.001). Despite limitations of small sample size and single-site setting, the study offers a practical video-based project model for ICH teachers. Theoretical implications are offered tentatively as suggestions for future adaptation. ABSTRAK Studi ini menguji efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan YouTube dalam meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat madrasah aliyah. Dengan desain kuasi-eksperimen non-equivalent control group, penelitian ini melibatkan 32 siswa kelas sepuluh yang dibagi menjadi kelas eksperimen (PjBL+YouTube) dan kelas kontrol (konvensional). Instrumen kreativitas dikembangkan khusus untuk SKI, mencakup tiga indikator: orisinalitas narasi sejarah, kemampuan menghubungkan nilai-nilai Islam dengan konteks kontemporer, serta keterampilan produksi multimedia yang etis. Penilaian menggabungkan tes pilihan ganda dan rubrik proyek video YouTube. Hasil menunjukkan skor N-Gain sedang (0,40) pada kelas eksperimen, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,30), dengan signifikansi statistik (p = 0,001). Meskipun memiliki keterbatasan ukuran sampel kecil dan lokasi tunggal, studi ini menawarkan model proyek berbasis video yang praktis bagi guru SKI. Implikasi teoretis disajikan secara tentatif sebagai saran untuk adaptasi di masa mendatang.