Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Motivasi Beribadah dengan Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah Ridho Dwi Ananda; Raka Noval Langindra; Razib Abdillah; Ryanissa Putri
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi merupakan hasrat atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Dengan motivasi seseorang yang asalnya tidak bersemangat ataupun sedang bersedih mungkin saja bisa kembali bangkit. Motivasi yang harus ditingkatkan salah satunya tentang ibadah, terutama bagi seorang muslim. Ibadah adalah perilaku merendahkan diri atau tunduk kepada Allah SWT dDalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan dua metode yaitu : pertama, dengan menggunakan teori-teori yang diambil dari buku literatur atau referensi lainnya yang mendukung dan relevan dengan judul penelitian ini. Kedua, peneliti menggunakan penelitian lapangan, yang mana penelitian ini nantinya dilakukan dengan cara mengamati atau menganalisis perilaku orang-orang disekitar sesuai objek penelitian.Berdasarkan hasil penelitian dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa persentase pilihan tertinggi adalah 75% dengan jumlah pemilih yaitu 41,7%. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa faktor penghambat masyarakat dalam beriman kepada Rasul adalah tingginya rasa malas untuk beribadah, pengaruh lingkungan pergaulan, dan pengaruh teknologi. Cara meningkatkan ibadah kepada Allah dengan beriman kepada Rasul menurut Stagner yaitu motivasi biologis, emosi serta nilai dan minat. Sedangkan menurut Mc. Donald yaitu perubahan energi, rasa, dan tujuan. Serta menurut al-Qur’an yaitu dengan dorongan yang akan memberi motivasi bagi diri sendiri dan dorongan untuk beribadah, maka disini objek yang menjadi pendorong adalah orang lain.
Kehidupan Akhirat Ridho Dwi Ananda; Raka Noval Langindra; Razib Abdillah
Gunung Djati Conference Series Vol. 22 (2023): Conference Series Learning Class Tauhid and Akhlak
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk memuat berbagai hal seperti masalah hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan manusia, kisah kisah masa lalu dan yang lainnya dengan tujuan agar kehidupan di dunia menjadi nyaman dan aman. Selain itu, Al-Qur’an juga memuat hal-hal yang masih akan terjadi seperti kematian dan kehidupan akhirat dengan tujuan agar manusia memahami bahwa hidup di dunia ini bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah perjalanan menuju kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan akhirat. Berbincang tentang kehidupan akhirat, ada banyak perbedaan dari para pemikir karena kehidupan akhirat masih akan terjadi. Begitu juga dengan para ahli tafsir ketika menafsirkan ayat-ayat tentang kehidupan akhirat juga ada banyak banyak perbedaan. Pada penelitian ini, peneliti mencoba meneliti kitab menyingkap Ta’bir kehidupan akhirat sebagai obyek kajian dengan fokus penelitian: Kehidupan Akhirat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana gambaran kehidupan di akhirat kelak. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kajian kepustakaan (Library Research) dengan metode deskriptif analisis. Metode ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang gambaran kehidupan di akhirat kelak secara jelas, kemudian penelitian tersebut dianalisa kembali sesuai dengan sumber data yang peneliti peroleh. Kesimpulan dari penelitian ini, adalah : Kehidupan akhirat juga menyejukkan setiap pandangan. Ia merupakan Dârus-Salâm, bersih dari segala kekurangan, bebas dari mara bahaya, steril dari penyakit, tidak ada kematian, serta bebas dari segala kesusahan dan kecemasan. Sungguh tempat cambuk salah seorang kalian di surga itu lebih baik dari pada dunia seisinya.