Susanna Vonny R.
Universitas Kristen Indonesia Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK KINERJA MENGAJAR GURU DAN POLA PENGASUHAN ORANGTUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIO EMOSIONAL SISWA TAMAN KANAK-KANAK Susanna Vonny R.
AgroSainT Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i1.379

Abstract

TK merupakan lembaga yang bertujuan untuk mengarahkan perkembangan sosio emosional sesuai dengan harapan. Perkembangan sosio emosional anak akan optimal tentunya sangat ditentukan di antaranya oleh kinerja mengajar guru dan pola pengasuhan orang tua di rumah sejalan dengan program guru di TK. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkap lebih jauh dampak kinerja mengajar guru dan pola pengasuhan orang tua terhadap perkembangan sosio emosinal siswa taman kanak-kanak dengan fokus kajian: (1) bagaimana kondisi aktual kinerja mengajar guru TK, (2) bagaimana kondisi aktual pola pengasuhan orang tua di TK, (3) bagaimana kondisi aktual perkembangan sosio emosional siswa TK , (4) seberapa besar dampak kinerja guru terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK, (5) seberapa besar dampak pola pengasuhan orang tua terhadap perkembangan siswa TK dan (6) seberapa besar dampak kinerja mengajar guru dan pola pengsuhan orang tua secara bersama-sama terhadap perkembangan siswa TK. Dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan hubungan sebab akibat antara variabel-variabel bebas dan variabel terikat melalui uji statistik. Oleh karena itu penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah guru, orang tua, dan siswa TK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kinerja guru TK termasuk kategori baik dilihat dari keterampilan pembuatan rencana kegiatan belajar harian, rencana kegiatan belajar mingguan, rencana kegiatan belajar Bulanan, dan rencana kegiatan belajar tahunan, (2) pola pengasuhan orang tua siswa TK termasuk kategori baik dilihat dari indikator menanamkan pengetahuan nilai dan perilaku pada anak, penciptakan suasana emosional dalam keluarga, menjalin, hubungan dengan anggota keluarga, tugas-tugas sekolah dan berteman dalam bermain. (3) perkembangan sosio emosional siswa TK termasuk kategori baik, (4) kinerja guru berdampak positif terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK, (5) pola pengasuhan orang tua berdampak positif terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK, (6) kinerja guru dan pola pengsuhan orang tua secara bersama-sama berdampak positif terhadap perkembangan sosio emosional siswa TK. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi disampaikan kepada pihak sekolah yaitu; kepala sekolah, guru dan orang tua sebaiknya : (1) kepala sekolah dapat membina dan meningkatkan kinerja mengajar guru, memotivasi guru setiap saat agar dapat meningkatkan kualifikasi akademik, (2) guru hendaknya meningkatkan kinerja mengajarnya sehingga membantu tercapai perkembangan sosio emosional secara maksimal, mengadakan kerjasama antar guru TK dalam berbagi ilmu dan pengalaman mengajar, (3) orang tua dapat mengarahkan perkembangan sosio emosional anak dengan pola pengasuhan pengertian dan kasih sayang dalam bentuk memperlakukan anak dialogis, menghindari hukuman fisik sehingga tercipta hubungan harmonis, (4) peneliti selanjutnya dapat mengembangan berbagai konsep dan temuan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI BELAJAR KELOMPOK KECIL DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING Susanna Vonny R.
AgroSainT Vol 2 No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v2i2.390

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam penerapan pendekatan pembelajaran problem solving melalui belajar kelompok kecil pada upaya peningkatan kemampuan siswa SD dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika difokuskan pada kemampuan modeling dan kemampuan aritmatik. Penelitian ini dilakukan atas dasar kenyataan di lapangan, bahwa siswa SD masih mengalami kesulitan dalam belajar matematika, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita dan banyak diantara siswa telah memahami topik matematika secara teoritis, ternyata mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk soal cerita. Jika kondisi ini dibiarkan tentunya akan berimplikasi pada rendahnya prestasi siswa dalam belajar matematika. Subjek penelitian adalah siswa pada SD dengan subjek sampel adalah siswa dua kelas dari empat kelas keseluruhan kelas II (dua). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga jenis instrumen yaitu, 1) tes matematika yang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita setelah pembelajaran, 2) lembar observasi yang bertujuan untuk melihat aktivitas siswa pada pembelajaran kelas eksperimen, dan 3) skala sikap yang berfungsi untuk mengungkapkan respos siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa 1) siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem solving melalui belajar kelompok kecil menunjukan peningkatan kemampuan modeling lebih baik dalam menyelesaikan soal cerita, dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional, 2) siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem solving melalui belajar kelompok kecil menunjukan peningkatan kemampuan aritmatik lebih baik dalam menyelesaikan soal cerita, dibandingkan dengan siswa memperoleh pembelajaran secara konvensional, 3) siswa pada kelas eksperimen aktif dalam belajar, terutama berdiskusi dengan teman sesama kelompok, dan juga siswa berani mengemukakan atau mengajukan pertanyaan kepada guru, serta kreatif dalam menyelesaikan soal cerita, dan 4) sikap siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan problem solving melalui belajar kelompok kecil adalah positif, dan model pembelajaran ini juga membuat siswa lebih tertantang, serta dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dalam belajar.