Parea Rangan
Universitas Kristen Indonesia Toraja

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kekuatan Tekan Beton terhadap Bentuk Agregat di Kabupaten Tana Toraja Parea Rangan
AgroSainT Vol 4 No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v4i3.666

Abstract

Penyediaan material campuran beton yang sesuai dengan persyaratan dan spesifikasi yang berlaku merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas campuran beton. Material utama pembentuk campuran beton adalah agregat kasar, karena agregat kasar merupakan material yang paling dominan dalam campuran beton. Agregat kasar berupa batu pecah pada umumnya didapat dari hasil pemecahan batu-batu yang berukuran besar oleh alat pemecah batuan. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan buku / literatur dan mempelajari tahap-tahap dan standar dalam design campuran beton, dimana material yang didapatkan dari sumber pengambilan material diuji di laboratorium untuk menentukan spesifikasi dan untuk menentukan proporsi dari semua material yang digunakan dalam campuran beton (mix design), dimana material yang diguanakan dalam penelitian ini adalah agregat kasar (batu pecah), agregat halus (pasir alam), dan filler (semen). Bentuk butir yang paling banyak ditemukan yaitu berbentuk kubus (persegi), pipih (flaky) dan lonjong (elongated). Pada penlitian ini diteliti pengaruh bentuk butiran pipih dan bentuk butiran lonjong terhadap campuran beton. Penelitian ini membandingkan campuran beton normal dan beberapa kombinasi pemakaian agregat kasar pipih dan lonjong dengan variasi 20%, 30%, 40%, dan 50% dari total agregat kasar yang digunakan untuk campuran beton, dimana kuat tekan rencana adalah 20 Mpa. Hasil penelitian didapatkan persentase penggunaan agregat kasar pipih dan agregat kasar lonjong yang aman digunakan adalah 20% dari total agregat kasar yang digunakan dalam campuran beton, dimana jumlah ini melebihi kuat tekan rencana yaitu 20,378 Mpa.
ANALISA PERENCANAAN WAKTU RUKO BOLU GREEN TORAJA UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD Parea Rangan
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.680

Abstract

Suatu pekerjaan proyek konstruksi sangatlah dibutuhkan adanya penjadwalan yang di dalamnya menguraikan berbagai rangkaian aktivitas-aktivitas yang saling terkait satu sama lain. Penjadwalan proyek memudahkan untuk mengontrol jalannya suatu pekerjaan proyek sehingga proyek dapat terselesaikan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam melakukan penjadwalan proyek. Pengolahan data yang dilakukan untuk perencanaan waktu pada penelitian ini adalah menggunakan metode Critical Path Method (CPM) Hasil perencanaan memperoleh waktu pelaksanaan selama 139 hari per unit ruko start pada awal Desember dengan pemakaian jumlah tenaga kerja 15 orang per hari, sehingga waktu penyelesaian pembangunan ruko pada tahap I adalah selama 903 hari.
Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Pembangunan di Kota Rantepao Parea Rangan
AgroSainT Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i1.714

Abstract

Dalam dunia jasa konstruksi, produktivitas tenaga kerja adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah proyek pembangunan. Dalam mengukur tingkat produktivitas tenaga kerja ada berbagai macam cara, misalnya dengan meneliti dengan metode SNI, yaitu meneliti durasi pekerjaan dan volume pekerjan dalam bekerja, dan dengan meneliti besarnya tingkat LUR (Labour Utilitation Rate) masing-masing pekerja, yaitu meneliti sampai seberapa tingkat efektivitas pekerja dalam bekerja. Besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor umur atau usia pekerja, kondisi lapangan dan sarana bantu, keahlian pekerja, pengalaman kerja, kesesuaian upah, kesehatan pekerja, keselamatan kerja, koordinasi dan perencanaan, pengawasan, manajerial atau manajemen lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan di proyek pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Kristen Harapan Rantepao, penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat produktivitas 6 tenaga kerja dan disertai pengisian kuesioner. Pengamatan tingkat produktivitas (LUR) dilakukan selama 5 hari pada masing-masing pekerja. Dari hasil pengumpulan data, baik data produktivitas dan kuesioner dilakukan proses pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat produktivitas tenaga kerja dengan metode/cara SNI total sebesar 0,125 m2/menit. Sedangkan tingkat produktivitas (LUR) pekerja rata-rata sebesar 72,25%, berarti cukup produktif karena lebih dari 50 %. Variabel yang telah ditentukan ternyata signifikasinya 0,075 > 0,05 (sig yang disyaratkan) maka secara simulatan tidak berpengaruh terhadap besarnya tingkat produktivitas. Secara parsial variabel yamg mempunyai pengaruh signifikan adalah pengalaman kerja dengan sig = 0,010 < 0,05 , kesehatan pekerja dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , keselamatan kerja dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , koordinasi dan perencanaan dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , pengawasan dengan sig.t = 0,041 < 0,05 , dan manajerial dengan sig.t = 0,041 < 0,05. Pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang dominan dengan nilai beta 0,917.