Daniel Pasambe
Universita Kristen Indonesia Toraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Perbaikan Pakan Pada Induk Sapi Bali Menyusui, Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Pedet Pra Sapih Daniel Pasambe
AgroSainT Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i2.670

Abstract

Kebutuhan pakan bagi ternak ada dua jenis yaitu kebutuhan hidup pokok dan kebutuhan untuk produksi. Pengertian kebutuhan hidup pokok secara sederhana dan mudah diukur adalah kebutuhan untuk mempertahankan bobot badan hidup. Artinya, apabila seekor sapi tersebut tidak naik dan juga tidak turun serta tidak mengasilkan susu Jika sapi diberi lebih dari kebutuhan hidup pokoknya maka kelebihan itu akan dirubah menjadi bentuk produksi misalnya susu, daging, tenaga kerja dan pertumbuhan embrio atau fetus dalam masa kebuntingan. Kajian telah diilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Gowa, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan, dengan tujuan mengetahui pengaruh perbaikan pada induk sapi Bali menyusui terhadap perkembangan pedet pra sapih. Materi yang digunakan adalah 9 ekor induk sapi Bali yang yang baru melahirkan yang dibagi menjadi 3 perlakuan perbaikan pakan yaitu (A) Hijauan secara ad libitum sebagai kontrol, (B) Hijauan + dedak + Ampas tahu dan (C) Hijauan + dedak + bungkil kelapa. Pakan tambahan yang diberikan pagi dan sore hari sebanyak 2 kg/ekor/hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan pertambahan bobot badan harian pada induk menyusui pada perlakuan A, B dan C masing-masing (0,005) kg/ekor/hari; 0186 kg/ekor/hari dan 0,236 kg/ekor/hari. Sedangkan pertambahan bobot badan harian pada pedet masing-masing A (0,015 kg/ekor.gari); B (0,127 kg/ekor/hari) dan dan C 0,101 kg/ekor/hari. Analisa usahatani menunjukkan perlakuan B dan C memberi keuntungan yang lebih besar dibanding perlakuan A yaitu masing-masing Rp. 493.320., Rp. 328.680 kg/ekor/hari dan Rp. 239.400 kg/ekor/hari. Kesimpulan yang dapat ditarik perlakuan perbaikan pakan pada induk sapi Bali menyusui dengan memberikan pakan tambahan ampas tahu dan bungkil kelapa mampu meningkatkan bobot hidup induk maupun pedet sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan mencegah kematian pedet.
PEMANFAATAN KOTORAN TERNAK KAMBING DAN JERAMI PADI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Daniel Pasambe
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v5i3.682

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Energi Alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain reaktor, mengidentifikasi kandungan gas, menguji nyala, menentukan suhu dan pH optimum yang dibutuhkan untuk pembentukan biogas serta menghitung kalor dan volume gas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu, pH dan komposisi perbandingan bahan sangat mempengaruhi pembentukan biogas. Kandungan gas CO, CO2 dan H2S berbeda setiap perbandingan. Perbandingan massa limbah pertanian yaitu jerami dan kotoran ternak dengan volume air (kg:liter) yang digunakan adalah P1 = 1:0:1, P2 = 1:1:2, P3 = 2:1:3 dan P4 = 3:1:4, semua perlakuan menghasilkan gas yang dapat menyala.