Tujuan untuk melaksanakan penelitian ini agar dapat diketahui bahwa bokashi tephrosia dan ZPT ekstrak taoge yang diberikan memberikan pengaruh terhadap partumbuhan bibit kopi arabika (Coffea arabica L). Penelitian dilaksanaka diperkebunan kopi PT. Sulotco Jaya Abadi yang bertempat di Lembang Tiroan Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan faltorial yang disusun menggunakan rancang acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan berbeda yaitu : factor 1 (dosis bokashi tephrosia (B)) yang terdsiri atas 4 taraf perlakuan yaitu: B0 (control) B1(100g/pohon) B2 ( 200g/pohon) B3 (300g/pohon). Factor II (konsentrasi eksrak kecambah kacang hijau (taoge)) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu E0 (control), E1 ( 15 ml/1 l air), E2 ( 30ml/ 1 l air), E3 (45 ml/1 l air), sehingga terdapat 1 kombinasi perlakuan yaitu: B0E0; B0E1; BOE3; B1E0;B1E1; B1E2; B1E3; B2E0; B2E1; B2E2’ B2E3; B3E0; B3E1; B3E2; B3E3.Perlakuan bokashi tephrosia dengan dosis 20g/pohon memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika, khususnya pada tinggi tanaman diameter batang, jumlah daun, luas daun, laju asimilasi neto, dan laju asimilasi relatif. Perlakuan ZPT ekstrak kacang hijau dengan konsentrasi 30ml/1 l air merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika , khususnya pada tinggi tanaman diameter batang, jumlah daun, luas daun,laju asimilasi relatif, dan laju asimilasi neto. Kombinasi dengan 200g bokashi/pohon dengan 30ml/1 l air ZPT taoge merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan bibit kopi arabika khususnya pada tingi tanaman, diameter batang, jumlah dau, luas daun, laju asimilasi neto, dan laju asimilasi relatif.