Pasari Lempang
Kakondongan, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Bokashi Jerami Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Wortel (Daucus Carota L.) Wolfaldus Madul; Pasari Lempang
AgroSainT Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/7j393e33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran Bokashi jerami dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel (Daucus carotaL). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 - Februari 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian, UKI Toraja Kakondongan, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, dengan ketinggian tempat 780 m dpl. Tanah pada lokasi penelitian memiliki PH tanah 4.5Penelitian dilaksanakan dengan 2 perlakuan percobaan yang disusun dengan Rancangan Acak Dua Faktorial (RAKL) Perlakuan berupa dosis Bokashi jerami 3 taraf dan pupuk NPK 3 taraf. Adapun taraf dosis perlakuan Bokashi i jerami yang akan dicobakan terdiri atas B0 = Kontrol (Tanpa perlakuan), B1 = 2 kg/petak (20 Ton/ha) dan B2 = 4 kg/petak (40 ton/ha). taraf dosis pupuk NPK yakni N0 = Kontrol (Tanpa perlakuan), N1 = 10 g/petak (100 kg/ha), dan N2 = 20 g/petak (200 Kg/ha).Perlakuan bokashi jerami dengan dosis 2 kg/petak (20 ton/ha) berpengaruh sangat nyata pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, panjang umbi, bobot per umbi, dan bobot umbi per petak. Pemberian pupuk NPK memberikan hasil terbaikterhadap semua variabel yang diamati dengan dosis terbaik yaitu 20 g/petak (200 kg/ha). Interaksi perlakuan bokashi jerami dengan dosis 2 kg/petak (20 ton/ha) dan pupuk NPK dengan dosis 20 g/petak (200 kg/ha) (B1N2) merupakan perlakuan terbaik terhadap semua variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (55,32 cm), jumlah daun (10,03 helai), panjang umbi (15,15 cm), bobot per umbi (102,13 g) dan bobot umbi per petak (4,90 kg atau setara dengan 49 ton/ha).
Pengaruh Media Semai dan POC Keong Mas Terhadap Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Varietas Lini-S 795 Erlan A.S. Pradana; Aris Tanan; Pasari Lempang
AgroSainT Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/teegef75

Abstract

Penelitian betujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Semai dan POC Keong Mas Terhadap Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Varietas Lini-S 795 yang dilaksanakan di PT. Sulotco Jaya Abadi Bolokan, Lembang Tiroan, Kecamatan Bittuang Tana Toraja pada ketinggian 1400 Mdp l dengan tipe iklim A (Schimidt dan Ferguson) pH tanah 5,8-6,1; dimulai dari bulan September 2021 sampai pada bulan Januari 2022. Penelitian dilakukan 2 tahap, dimana tahap I merupakan percobaan faktorial dengan metode rancangan dasar RPT (Rancangan Petak Terpisah) atau Split plot dengan petak utama yaitu jenis media dengan 4 taraf perlakuan (S1= tanah, S2 = pasir, S3 = arang sekam, S4 = serbuk kayu) dan anak petak yaitu konsentrasi POC Keong Mas dengan 3 taraf perlakuan (K0 = tanpa POC/kontrol, K1 = 25 ml / liter air, K2 = 50 ml / liter air) dengan petak utama disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan tahap II pengaruh POC Keong Mas terhadap pertumbuhan bibit yang merupakan faktor tunggal dari POC Keong Mas dengan 3 taraf perlakuan (K0 = tanpa POC/kontrol, K1 = 40 ml / liter air, K2 = 80 ml / liter air). Hasil pengamatan dan analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis media semai memberi pengaruh terbaik pada media semai pasir (S2) . konsentasi POC memberi pengaruh yang baik pada tahap persemaian pada perlakuan K2 = 50 ml / liter air. Perlakuan media semai dan konsenrasi POC belum menunjkukan adanya interaksi yang berpengaruh nyata pada proses perkecambahan benih. Dan pada tahap pembibitan pengaruh konsentrasi POC belum optimal dan hanya berpengaruh nyata pada parameter volume akar pada konsentrasi 80 ml / liter air (K2).