Imas Masdinarsah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan 'Aisyiyah Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Akupresur Terhadap Pengeluaran Air Susu Ibu (Asi) Pada Ibu Nifas Di Bidan Praktik Mandiri Bidan M Desa Cipinang Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung Imas Masdinarsah
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.867 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v4i1.98

Abstract

Latar belakang: Cakupan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif masih rendah yang seharusnya mencapai 80%, sedangkan di Jawa Barat hanya 21,8%. Jumlah ASI ibu nifas hari kelima-ketujuh menjadi kendala pemberian ASI pada bayi baru lahir. Salah satu upaya meningkatkan kuantitas ASI melalui tindakan akupresur. Tujuan: Menganalisis pengaruh akupresur terhadap pengeluaran jumlah ASI pada ibu nifas primipara menyusui pada hari kelima sampai ketujuh. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif quasi eksperimen menggunakan equivalent control group design membandingkan antara kelompok akupresur dan dengan kelompok kontrol dengan kemaknaan ditentukan berdasar atas nilai p<0,05. Penelitian dilakukan pada periode November 2017-Februari 2018 di Bidan Praktik Mandiri Bd. M Desa Cipinang Kabupaten Bandung. Hasil: Uji normalitas kelompok kontrol dan akupresur tidak berdistribusi normal. Tidak ada perbedaan pendidikan dan pola pola nutrisi ibu antar kelompok kontrol dan kelompok akupresur (p>0,05), namun ada perbedaan rerata usia ibu (p<0,05). Terdapat pengaruh akupresur terhadap peningkatan jumlah ASI (nilai p<0,001, sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan akupresur jumlah ASI tidak bertambah (nilai p>0,05) Simpulan: Akupresur dapat memengaruhi peningkatan jumlah ASI ibu nifas menyusui lebih banyak dibanding dengan yang tidak mendapat akupresur, serta akupresur dapat digunakan petugas kesehatan sebagai cara alternatif yang efektif dalam upaya memperbanyak jumlah ASI pada ibu meyusui
AKUPRESUR DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM Imas Masdinarsah
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.237 KB) | DOI: 10.33867/jaia.v7i1.302

Abstract

ABSTRAK Emesis gravidarum atau morning sikness yaitu keadaan ibu hamil trimester 1 mengeluh merasa mual muntah dalam 24 jam terjadi kurang dari 5 kali. Emesis gravidarum adalah rasa mual sera muntah yang dirasakan selama hamil, atau disebut juga dengan morning sickness. Hasil studi menyatakan lebih dari 80% wanita hamil mengalami emesis gravidarum sepanjang hari. Beberapa penelitian menyatakan emesis gravidarum terjadi pada primigravida 60-80%, pada multigravida 40-60% (Beatrice knight,2000). Rancangan penelitian ini quasi eksperimen dengan Pretest Only Design with Control Group. Subjek penelitian dibagi menjadi 2, yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan diberikan intervensi berupa akupresur dan pada kelompok kontrol diberikan vitamin B6. Akupresur diberikan kepada ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah selama 30 detik diulang selama 4 kali (lamanya sampai 2 menit). Sebelum dilakukan akupresur ibu diberikan pemahaman sugesti positif dalam menerima kehamilannya dahulu kemudian dilakukan akupresur. Tindakan akupresur untuk mengurangi mual muntah dilakukan pada titik P6 dan ST 32. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu hamil Trimester I di Desa Jagabaya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah . Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa tindakan akupresur pada ibu hamil trimester 1 di titik P6 dan ST 32. Pemantauan dilakukan pada 66 responden yaitu 33 orang responden sebagai kelompok perlakuan dan 33 orang responden sebagai kelompok kontrol dengan melihat keluhan dari ibu hamil trimester 1 yang mengalami emesis berkurang atau hilang. Analisa data menggunakan uji beda non parametrik (Mann Whitney Test) untuk melihat adanya perbedaan dari ibu yang mengalami emesis sebelum dilakukan akupresur dan sesudah dilakukan akupresur.