Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pluralisme Hukum dan Negosiasi Identitas: Analisis Komparatif Pasuwitan Masyarakat Adat Samin dalam Perspektif Hukum Keluarga Indonesia Muhammad Nabil; Muhammad Ismail
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 12, No 1 (2026): Jurnal SMaRT : Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v12i1.3829

Abstract

This study examines the socio-juridical tension surrounding Pasuwitan the unregistered marriage practice of the Samin Indigenous People (Sedulur Sikep) who ideologically reject state formalities. Within Indonesia's legal pluralism, this customary practice clashes with national family law, especially the Compilation of Islamic Law (KHI), which prioritizes formal registration. Using a qualitative socio-juridical approach grounded in Interpretive Anthropology, Legal Pluralism, and Legal Culture theories, and drawing on systematic library research of legislation, court decisions, and scholarly literature on family law and Samin customary marriage, the study finds that Pasuwitan embodies living law, upholding ethical norms like lifelong monogamy (siji kanggo selawase) while substituting formal Islamic marriage requirements (e.g., ijab qabul, wali) with verbal vows. Consequently, such unions are legally classified as nikah siri, rendering offspring "illegitimate" and obstructing access to civil rights and identity documentation. Although Constitutional Court Decision No. 97/PUU-XIV/2016 facilitates registration for Penghayat Kepercayaan (including Samin) at civil offices (Dukcapil), implementation triggers cultural ambivalence: elders resist formalization on principle, while youth pragmatically seek legal recognition. This intergenerational negotiation reflects living law adapting under state formalism. The Samin case thus illuminates asymmetric legal pluralism in Indonesian family law.
Implementasi Manajemen Resiko Pada Usaha Ayam Broiler Di Desa Cungkup Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora : Penelitian Akhmad Fuad Ustman; Muhammad Nabil; Mohammad irfani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko pada usaha peternakan ayam broiler milik Pak Eko yang berlokasi di Desa Cungkup, Kecamatan Kuduran, Kabupaten Blora. Penelitian ini difokuskan pada upaya mengidentifikasi berbagai sumber risiko yang dihadapi oleh peternak ayam broiler, seperti risiko produksi, risiko kesehatan ternak, serta risiko yang berkaitan dengan faktor lingkungan dan manajemen pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi produksi dan keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, peternak perlu menerapkan manajemen risiko yang baik melalui pengelolaan kandang, pemantauan kesehatan ayam, serta pengaturan pakan dan lingkungan guna meminimalkan kerugian dan menjaga kestabilan produksi.