Fify Joseph
Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manfaat Pendidikan Inklusif Dalam Mengatasi Masalah Keterampilan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Fify Joseph; Irwanto Mangedong
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v3i2.58

Abstract

Apart from the National Education aim to educate the life of the nation, today there are still various problems arisen in the world of education including the education for children with special needs, that it is implicitly needed of an educational institution that can accommodate children with special needs as well as other normal children in getting the same or equivalent education (inclusive). This writing is done qualitatively (literature study) by taking and processing data and information from various sources such as books, journals, or other articles. The objectives that can be obtained through this writing are first, to know and understand the importance of inclusive-based education for children with special needs. Second, to find out about the social skills needed by children with special needs. Third, to find out the benefits of inclusive education on the social skills of children with special needs. The results obtained are that inclusive-based education is an answer to an “education for all” system, namely an education system that accepts every child to be educated and equipped regardless of the differences in each child. The principle of non-discrimination contained in the implementation of inclusive-based education is a place where children with special needs get the same education services as other normal children, that children with special needs will receive good benefits, so as to create social interaction, building a sense of children's self-confidence, and train children to respect differences.Keywords: Inclusive Education; social skills; The child with special needsTerlepas dari tujuan pendidikan Nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dewasa ini masih didapati berbagai masalah yang muncul dalam dunia pendidikan di antaranya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) sehingga secara implisit dibutuhkan satu lembaga pendidikan yang bisa menampung anak berkebutuhan khusus bersama anak normal lainnya dalam mendapatkan pendidikan yang sama atau setara (inklusif).  Penulisan ini dilakukan secara kualitatif atau studi pustaka dengan mengambil danmengolah sumber data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal-jurnal, ataupun artikel-artikellainnya.Tujuanyangdapatdiperolehmelaluipenulisaniniadalahpertama, untuk mengetahui dan memahami tentang pentingnya pendidikan berbasis inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Kedua, untuk mengetahui tentang keterampilan sosial yang diperlukan oleh anak berkebutuhan khusus. Ketiga, untuk mengetahui manfaat pendidikan inklusif terhadap keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus. Hasil yang diperoleh adalah bahwa pendidikan berbasis inklusif merupakan suatu jawaban bagi suatu sistmm “pendidikan untuk semua”yaitu suatu sistem pendidikan yang menerima setiap anak untuk dididik dan dibekali tanpa memandang perbedaan yang terdapat pada setiap anak.  Prinsip non-diskriminasi yang terdapat pada penyelenggaraan pendidikan berbasis inklusif merupakan wadah di mana anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan anak-anak normal lainnya, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus akan menerima manfaat yang baik, juga tercipta interaksi sosial, dapat membangun rasa percaya diri anak, serta melatih anak menghargai perbedaan.Kata kunci: Pendidikan Inklusif; keterampilan sosial; Anak berkebutuhan khusus
Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani bagi Generasi Z Masa Kini Fify Joseph
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v1i1.7

Abstract

The existence of the Implementation of Spiritual Formation-Based Christian Religious Education in every realm of education, makes a person's spirituality move forward and continue to grow and level up. This means that Christian education that takes place is not merely knowledge but there is active action instead to become doers of God’s Words.A spiritual formation that is applied in the life of a believer will help him or her to sharpen his/her spirituality and strength of faith so that he/she is able to overcome the desires in the flesh that are contrary to the will of the Father. Of course, this is not just a response, but spiritual practices instead that are continuously practiced in daily life. If not, it will experience spiritual stagnation or dryness and even spiritual death.This study uses a qualitative research method with a literature study, where the author will elaborate on the characteristics of Generation Z through various supporting literature, and propose the application of Spiritual Formation-Based Christian Religious Education for Generation Z in preparing them to face the challenges of today's faith, so that conclusions can be drawn on the Implementation of Religious Education. Spiritual Formation-Based Christianity is a teaching or learning process that focuses on the continuous application of spiritual discipline through mentoring and discipleship, with the aim of having a character and personality similar to Jesus Christ in his daily life.  AbstrakAdanya Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani pada setiap ranah pendidikan, menjadikan spirtualitas seseorang bergerak maju dan terus bertumbuh serta naik level. Artinya pendidikan yang berlangsung bukan hanya pengetahuan semata melainkan terdapat tindakan aktif untuk menjadi pelaku-pelaku Firman.Suatu formasi rohani yang diterapkan dalam kehidupan orang percaya, akan membantunya untuk  mempertajam kerohanian serta kekuatan iman, sehingga mampu mengalahkan keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Bapa. Hal ini tentu bukan hanya sekadar respon melainkan praktik-praktik rohani yang terus dilatih dan dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak, maka akan mengalami stagnasi atau kekeringan rohani bahkan sampai kematian rohani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka, di mana penulis akan mengelaborasi karak-teristik generasi Z melalui beragam pustaka yang mendukung, serta mengusulkan penerapan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani  bagi generasi Z dalam mempersiapkannya menghadapi tantangan iman masa kini, sehingga diperoleh kesimpulan Implementasi Pendidikan Agama Kristen Berbasis Formasi Rohani adalah proses pengajaran atau pembelajaran yang berfokus pada penerapan disiplin rohani secara terus-menerus melalui pembimbingan dan pemu-ridan, dengan tujuan untuk memiliki karakter dan pribadi serupa dengan Yesus Kristus dalam kehidupannya sehari-hari.