Muhtar Hidayat
Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STIGMA RADIKALISME PADA PESANTREN DI INDONESIA Muhtar Hidayat; isa ansory
Bayan lin-Naas : Jurnal Dakwah Islam Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/bayanlin-naas.v7i2.1455

Abstract

Pesantren merupakan Lembaga pendidikan yang memberikan kontribusi besar dalam pendidikan di Indonesia, baik sebelum Indonesia merdeka maupun pasca merdeka. Belakangan ini munculnya isu radikalisme yang berimbas kepada pesantren, karena diisukan bahwa pesantren telah melahirkan paham radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau studi Pustaka  disebut juga library research merupakan jenis penelitian yang membatasi kegiatan hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan dan studi dokumen saja tanpa memerlukan data lapangan (field research). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pesantren sebagai salah satu Lembaga pendidikan islam perlu ditempatkan pada posisi independent dengan tidak mereduksi basis kultural masyarakat sebagai modal sosial untuk terus membangun kerekatan sosial antara pesantren dengan masyarakat. Ini merupakan satu kekuatan kultural yang mampu dijadikan instrument dalam menghadapi percaturan global. Seperti isu radikalisme dan terorisme yang dibenturkan dengan eksistensi pesantren di seluruh Indonesia hanyalah strategi barat untuk menguasai dunia islam. Oleh karena itu kita harus melakukan counter hegemonic dengan strategi kebudayaan yang kita miliki. Jika ditelaah secara mendalam, isu radikalisme dan terorisme internasional akan menegangkan kerekatan kultural antara pesantren dengan masyarkat yang sudah lama dibangun dan tentunya akan mengarah pada disintegrasi umat islam, sehingga integritas umat islam sebagai kekuatan sosial akan terfragmentasi oleh konflik internal akibat isu yang tidak jelas tersebut.