Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengembangan bahan ajar cello grade 1 berbasis lagu anak Indonesia di SMP Matius Bina Bakti Bandung Widya Febiyanti
Interlude: Indonesian Journal of Music Research, Development, and Technology Vol 1, No 2 (2022): Interlude: May 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/interlude.v1i2.70093

Abstract

Penggunaan Teknik Phase Shifting dalam Karya Musik Minimalis “ParPhase” Berbasis Eksplorasi Suara Alat Dapur Salsabila Restu Evtiani Sunandar; Henry Virgan; Widya Febiyanti
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67575/ostinato.v1i1.1

Abstract

Karya ParPhase merupakan eksperimen penciptaan musik yang memanfaatkan suara parutan dapur berbahan stainless steel sebagai sumber bunyi utama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi artistik dari benda sehari-hari yang jarang digunakan dalam musik, dengan menerapkan teknik phase shifting dengan pendekatan musik minimalis. Teknik ini menghasilkan pergeseran ritme secara bertahap dari pola yang berulang, sehingga membentuk struktur musik yang dinamis meskipun berasal dari elemen sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-Based Research (PBR), di mana proses penciptaan karya tidak hanya dilihat sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai metode untuk menggali pengetahuan musikal melalui praktik yang reflektif. Proses kreatif dilakukan dalam beberapa tahap: eksplorasi bunyi, eksplorasi pola, penyusunan karya, dan produksi karya. Hasil karya menunjukkan bahwa tiga jenis suara utama (TAK, TEK, dan TENG) yang dihasilkan dari teknik pukulan berbeda pada parutan, memiliki karakteristik timbral unik dan saling melengkapi. Ketiganya disusun dalam lapisan suara yang mengalami pergeseran ritmis secara bertahap, menciptakan kesan perubahan meskipun pola dasarnya tetap berulang. Karya ini membuktikan bahwa benda non-musikal dapat memiliki nilai musikal yang tinggi bila diolah dengan pendekatan komposisi yang terstruktur dan didukung teknologi digital. Selain memperluas batas-batas musik kontemporer, ParPhase juga memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan musik, terutama dalam mendorong eksplorasi bunyi dan pemanfaatan teknologi untuk pemula.
Eksplorasi Teknik Repetisi dalam Permainan Musik Minimalis dengan Instrumen Non-Konvensional Gelas, Panci, dan Sendok Muhamad Ihsan; Henry Virgan; Widya Febiyanti
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67575/ostinato.v1i1.2

Abstract

Musik non-konvensional merupakan bentuk eksplorasi seni musik yang menggunakan objek sehari-hari sebagai alat musik alternatif selain instrumen konvensional seperti gitar, piano, dan drum. Bentuk musik ini membuka cakrawala baru dalam penciptaan suara dan ritme, memberikan pengalaman unik dalam bermusik sesuai perkembangan zaman dan selera yang terus berubah. Eksplorasi musik non-konvensional menekankan kreativitas dan kebebasan dalam menciptakan karya musik tanpa batasan alat musik tradisional. Penelitian ini fokus pada teknik permainan alat musik non-konvensional dengan pendekatan repetisi, yang merupakan salah satu ciri khas musik minimalis, terinspirasi oleh tokoh-tokoh seperti Steve Reich dan La Monte Young. Teknik repetisi ini menciptakan kompleksitas bunyi yang menarik dari alat-alat sederhana yang digunakan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan Digital Audio Workstation (DAW) sebagai media produksi musik digital, yang membantu dalam proses rekaman, penghilangan noise, pengolahan suara, serta mixing. Tujuan dari penilitian ini adalah sebagai bentuk pembelajaran musik, analisis teknik permainan musik, khususnya teknik repetisi dengan menggunakan alat musik non-konvensional, serta ingin memberikan perspektif baru dalam bermusik. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menekankan pada penggambaran mendalam tentang teknik dan proses pembuatan karya ini. Hasil daripada penelitian ini adalah bentuk pembelajaran musik, yang menekankan pada eksplorasi alat musik non-konvensional serta dalam memanfaatkan media yang ada sebagai ekspresi baru dalam bermusik.
Music from the Kitchen: Musical Explorations with Small Pots and Chopsticks Sifa Alya Putri; Henry Virgan; Widya Febiyanti
Jurnal Penelitian Musik Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Musik
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JurnalPenelitianMusik.62.07

Abstract

Penelitian dengan judul “Musik dari Dapur: Eksplorasi Musik Minimalis dengan Panci dan Sumpit Kecil” ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi musikal dari benda non- musikal berupa panci dan sumpit kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta metode penciptaan karya berdasarkan tiga tahap dari Alma M. Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tahap eksplorasi dilakukan dengan menguji berbagai teknik permainan dan posisi bunyi pada alat dapur tersebut, hingga terpilih lima jenis suara utama berdasarkan karakteristik bunyinya. Tahap improvisasi kemudian dilakukan secara spontan dengan mencoba berbagai kombinasi pola ritmis yang merujuk pada prinsip musik minimalis, terutama teknik shifting sebagaimana digunakan dalam Clapping Music karya Steve Reich. Hasil improvisasi ini dituangkan dalam bentuk partitur dengan simbol notehead khusus yang merepresentasikan tiap suara panci, dan dikembangkan menjadi tiga pola utama sebagai fondasi komposisi. Pada tahap pembentukan, suara-suara hasil rekaman diproses menggunakan Digital Audio Workstation (DAW) BandLab, dengan penerapan efek dan pengolahan suara untuk mencapai keseimbangan, kontrol, dan estetika yang diinginkan. Karya ini diberi judul Riuh yang Teratur, menggambarkan bagaimana bunyi-bunyi riuh dari dapur dapat diolah menjadi struktur musikal yang teratur dan estetis. Penelitian ini membuktikan bahwa objek sehari-hari memiliki potensi sebagai media ekspresi artistik dan membuka ruang eksperimentasi baru dalam praktik musik kontemporer, sekaligus memperluas batasan komposisi musik modern.
Music Education for Students with Visual and Hearing Impairments: A Scoping Review of Adaptive Technologies Octavia Kusuma Ayuningrum; Rita Milyartini; Widya Febiyanti
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 3 (2026): September (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i3.20743

Abstract

This study aims to map and synthesize how adaptive technologies are designed and implemented to support access, participation, and learning in music education for students with visual and hearing impairments. The study employed the Arksey and O’Malley scoping review framework, encompassing identification, screening, eligibility assessment, and data charting processes. Literature searches were conducted in Scopus, ERIC, and Google Scholar for articles published between 2016 and 2026. Fourteen studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic analysis. The findings identified five main categories of adaptive technologies: haptic and vibrotactile technologies, audio-based technologies, visual feedback technologies, Braille music technologies, and multimodal or multisensory technologies. These technologies were implemented through individual and collaborative music learning activities, structured training sessions, tactile and auditory instruction, and multisensory learning experiences. The reviewed studies demonstrated positive contributions to accessibility, musical participation, rhythm and pitch comprehension, musical performance, confidence, communication, and social participation among students with disabilities. However, most interventions remained exploratory, involving small samples and short implementation periods. Music educators should integrate adaptive technologies into curriculum-based instruction, technology developers should prioritize user-centered and sustainable designs, and policymakers should strengthen teacher training and accessibility support.
Bridging Conducting Pedagogy and Digital Technology: Teachers’ Perceptions and Adoption Intentions toward a Webcam-Based Hand-Tracking Trainer Agus Firmansyah; Enry Johan Jaohari; Muhammad Yuda Ramadhan; Widya Febiyanti
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 3 (2026): September (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i3.22368

Abstract

This study aims to analyze teachers’ perceptions of the usefulness, ease of use, perceived learning, and adoption potential of the CONDUCT HandTrack Conducting Trainer a web application combining webcam hand-tracking, two-dimensional visualization, and real-time gesture scoring (perfect/good/miss) using the Technology Acceptance Model as an analytic lens. A descriptive quantitative approach complemented by qualitative data (embedded mixed-methods design) was applied to 21 teachers from teacher working groups (MGMP) in Subang Regency via a 56-item questionnaire (Likert 1–5). Descriptive analysis, Cronbach’s alpha reliability testing, Pearson correlation analysis, and thematic analysis showed perceived learning highest (mean 4.35; 96.2% agreement), followed by adoption potential (4.34) and training quality (4.22), while usability (ease of use) was lowest yet positive (3.83; α=0.83). Pearson correlations among constructs were strong (r=0.71–0.84; p<0.01), supporting the ease → usefulness → intention path indicatively at pilot scale. Application and training ratings were 4.76 and 4.48; all participants intended to pursue further training. The dominant barrier hand-detection accuracy explains the lower ease-of-use score, yet high perceived usefulness sustains adoption intention, a pattern consistent with utility-driven adoption. Theoretically, the study extends TAM and real-time-feedback evidence to in-service teachers on an embodied skill; practically, it guides the development of music-pedagogy technology toward tracking reliability, staged practice modes, and stakeholder-specific support.
Music from the Kitchen: Musical Explorations with Small Pots and Chopsticks Sifa Alya Putri; Henry Virgan; Widya Febiyanti
Jurnal Penelitian Musik Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Musik
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JurnalPenelitianMusik.62.07

Abstract

Penelitian dengan judul “Musik dari Dapur: Eksplorasi Musik Minimalis dengan Panci dan Sumpit Kecil” ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi musikal dari benda non- musikal berupa panci dan sumpit kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta metode penciptaan karya berdasarkan tiga tahap dari Alma M. Hawkins, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tahap eksplorasi dilakukan dengan menguji berbagai teknik permainan dan posisi bunyi pada alat dapur tersebut, hingga terpilih lima jenis suara utama berdasarkan karakteristik bunyinya. Tahap improvisasi kemudian dilakukan secara spontan dengan mencoba berbagai kombinasi pola ritmis yang merujuk pada prinsip musik minimalis, terutama teknik shifting sebagaimana digunakan dalam Clapping Music karya Steve Reich. Hasil improvisasi ini dituangkan dalam bentuk partitur dengan simbol notehead khusus yang merepresentasikan tiap suara panci, dan dikembangkan menjadi tiga pola utama sebagai fondasi komposisi. Pada tahap pembentukan, suara-suara hasil rekaman diproses menggunakan Digital Audio Workstation (DAW) BandLab, dengan penerapan efek dan pengolahan suara untuk mencapai keseimbangan, kontrol, dan estetika yang diinginkan. Karya ini diberi judul Riuh yang Teratur, menggambarkan bagaimana bunyi-bunyi riuh dari dapur dapat diolah menjadi struktur musikal yang teratur dan estetis. Penelitian ini membuktikan bahwa objek sehari-hari memiliki potensi sebagai media ekspresi artistik dan membuka ruang eksperimentasi baru dalam praktik musik kontemporer, sekaligus memperluas batasan komposisi musik modern.