Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tren Kunjungan Wisatawan Terhadap Sektor Pariwisata Di Kabupaten Musi Banyuasin Rizky Novrianty; Afra Nazhirah; Wanda Septian; Krisna Natawijaya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9591

Abstract

Penelitian ini lahir dari konteks pemulihan sektor pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin pascapandemi, yang ditandai dengan tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus lonjakan penyelenggaraan event pariwisata daerah. Tujuan penelitian adalah menganalisis tren pertumbuhan kunjungan wisatawan, menelaah hubungan deskriptif antara peningkatan event dengan kenaikan jumlah wisatawan, serta mengkaji kesiapan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Penelitian menggunakan jenis penelitian kombinasi deskriptif–analitis dengan pendekatan kuantitatif. Populasi mencakup seluruh data kunjungan wisatawan, jumlah event pariwisata, dan data tenaga kerja pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin periode 2022–2025 yang berasal dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, sehingga sampel berupa sensus terhadap setiap tahun pada periode tersebut. Instrumen penelitian berupa dokumentasi sekunder dari database Dinas Pariwisata, BPS Musi Banyuasin, dan laporan kinerja nasional, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tren, rasio deskriptif, dan interpretasi hubungan event–kunjungan–SDM dalam konteks koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 49.314 orang (2022) menjadi 54.745 orang (2024), dengan total pertumbuhan sekitar 10,9%. Peningkatan jumlah event dari 4 kegiatan (2023) menjadi 8 kegiatan (2024) berkorelasi positif dengan konsistensi tren kenaikan kunjungan, meskipun peningkatan kuantitas event tidak sepenuhnya linier dengan laju pertumbuhan wisatawan. Tingkat sertifikasi SDM sektor pariwisata baru mencapai 13,2%, sehingga masih terdapat kesenjangan antara pertumbuhan kunjungan dan kesiapan layanan profesional. Kesimpulan penelitian menekankan bahwa peningkatan event dan pemulihan pariwisata telah mendorong kenaikan kunjungan wisatawan, akan tetapi keberlanjutan pertumbuhan tersebut bergantung pada peningkatan kualitas SDM dan promosi digital. Peran sinergi antara event, kinerja kunjungan, dan profesionalisme SDM menjadi kunci dalam membangun daya saing destinasi pariwisata di Kabupaten Musi Banyuasin
OPTIMIZATION OF KSM MAJU JAYA OPERATIONS THROUGH INFORMATION TECHNOLOGY INNOVATION FOR DATA MANAGEMENT AND SALES OF ENVIRONMENTALLY FRIENDLY PRODUCTS Indra Satriadi; Ahmad Zarkasih; Krisna Natawijaya
Journal of Computer Science Advancements Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jsca.v4i2.3668

Abstract

Community-based waste management through Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Maju Jaya plays a vital role in the circular economy by transforming organic refuse into eco-friendly products like natural dish soap. Manual recording systems and conventional marketing strategies currently hinder operational efficiency, leading to data inaccuracies and limited market reach. This research aims to optimize KSM operations by developing an integrated web-based management information system focused on data management and sales. The study employs a Research and Development (R&D) methodology, incorporating user requirement identification, iterative UI/UX prototyping using Figma, and functional verification through blackbox testing. Results demonstrate that the developed system provides a systematic, transparent, and accurate platform for tracking production, stock, and transactions. The web-mobile responsive design ensures accessibility across various devices, significantly reducing human error and accelerating report generation. This research concludes that digital transformation through user-centric information technology effectively enhances the institutional capacity and sustainability of community-led environmental initiatives. Implementation of this system serves as a scalable model for other grassroots organizations transitioning toward professionalized digital management.