Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Digitalisasi Sebagai Pemacu Pertumbuhan Ekonomi di Bali Alit Binawan; Frances Roi Seston Tampubolon
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3c (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3c.1855

Abstract

Perekonomian Bali sejak puluhan tahun, bergantung kepada sektor pariwisata. Sektor pariwisata menjadi penopang ekonomi di Bali, dimulai pasca era kemerdekaan. Ditandai dengan dibangunnya bandara di kawasan Tuban, Kuta, yang sekarang bernama Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Namun seiring berjalannya waktu, perekonomian Bali juga bergantung pada sektor digital. Mulai dari sektor financial technology (fintech) hingga e-commerce. Sekarang, Bali juga menerapkan pungutan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Bali sejak Februari 2024 sebesar Rp150,000. Pungutan ini juga masuk dalam kategori digitalisasi ekonomi karena pembayaran dilakukan melalui transfer bank, akun virtual, atau QRIS. Sekarang Pemprov Bali semakin getol dalam menerapkan pola digitalisasi sebagai trigger aau pemicu pertumbuhan ekonomi Bali sehingga bisa lebih seimbang dan tidak bergantung pada satu sektor saja yang didominasi oleh sektor ekonomi. Pertanyaan pun mulai muncul. Apakah penerapan pungutan retribusi bagi wisatawan asing mempengaruhi jumlah wisatawan yang masuk ke Bali? Berdasarkan data, penerapan pungutan retribusi tidak mengurangi jumlah wisatawan yang masuk ke Bali. Bahkan, terjadi peningkatan jumlah wisatawan setelah penerapan pungutan. Bagaimana dampak penerapan pungutan retribusi terhadap volume transaksi digital di Bali? Penerapan pungutan retribusi telah mendorong peningkatan penggunaan pembayaran digital, khususnya QRIS Cross Border, dan secara keseluruhan meningkatkan volume transaksi digital di sektor pariwisata. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam penerapan pungutan retribusi secara digital dan bagaimana solusinya? Tantangan utamanya tentu saja kesiapan infrastruktur dan literasi digital di kalangan pelaku usaha. Dari sudut pandang ini, bisa dikatakan bahwa Bali masih bergantung pada sektor pariwisata walaupun dan menunjukkan diversifikasi ekonomi Bali masih jalan di tempat. Sektor pariwisata juga sudah didukung dengan digitalisasi yang baik mulai dari sistem informasi wisata hingga sistem pembayaran digital.