ABSTRACTThe purpose of this study is to determine the learning ability of students in the English language conducted in class XII IPA 1, amounting to 40 students using problem-based learning(PBM) was performed in Dwijendra High School 2014-2015 school year. This study uses cognitive research consisting of 2 cycles. Each cycle consists of 6 levels, namely: knowledge(recalls and memorize), understanding (interpreting), application (using the concept of remedyto solve a problem), analysis (describing a concept), synthesis (combining parts into a conceptual whole concept), evaluation (comparing the values, ideas, methods). In the forms ofdetermine student learning outcomes the test results collected through study undertaken shaped descriptions of the end of each cycle. The results of the first cycle and secondly cycle studentshave increased score. Score of test results in the first cycle 70,00 (not exhaustive) to 80.00(completely) in the second cycle. Based on these results it can be concluded that the application of problem-based learning can improve thinking ability and learning outcomes ofstudents in class XII IPA 1 in Dwijendra High School 2013-2014 school year. Key words: problem based learning, thinking ability ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan belajar siswa dalam menggunakanbahasa Inggris yang dilakukan di kelas XII IPA 1 yang berjumlah 40 siswa dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (PBM) yang dilakukan di SMA DwijendraDenpasar tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini menggunakan penelitian kognitif yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 6 tingkatan yaitu: pengetahuan (mengingat danmenghapal), pemahaman (menginterpretasikan), aplikasi (menggunakan konsep untkmemecahkan suatu masalah), analisis (menjabarkan suatu konsep), sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep utuh), evaluasi (membandingkan nilai-nilai, ide,metode). Untuk mengetahui hasil belajar siswa dikumpulkan melalui test hasil belajar berbentuk uraian yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Dimana hasil dari siklus I dan siklusII siswa mengalami peningkatan nilai. Nilai hasil test pada siklus I 70,00 (tidak tuntas)menjadi 80,00 (tuntas) pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan hasilbelajar siswa di kelas XII IPA 1 di SMA Dwijendra Denpasar tahun ajaran 2013-2014. Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah