Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Standarisasi Keamanan yang Diperbolehkan untuk Proses Loading Unloading Batubara pada Kapal Bulkcarrier MV. Glovis Desire Hartono Yudo
Jurnal Teknologi Maritim Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/jtm.v2i2.1187

Abstract

Pengangkutan batubara melalui jalur laut menggunakan kapal tongkang yang ditarik oleh tug boat yang kemudian batubara tersebut dimuat ke Vessel menggunakan Floating Crane. Berat jenis akan mempengaruhi massa batubara. Selain itu factor cuaca seperti hujan, panas dan kondisi batubara seperti kelembabpan serta kering basahnya juga akan mempengaruhinya. Batubara secara umum memiliki massa jenis 1346 Kg/m^3, yaitu jenis batubara bitumen padat. Dalam proses pemuatan batubara, terdapat standar keamanan di tongkang maupun Vessel. Yakni tidak melebihi garis Plimsoll Mark sesuai dengan daearah/musim dimana kapal tersebut berlayar. Untuk keselamatan kapal maka setiap kapal tidak dijinkan memuat melebihi kapasitasnya sehingga harus memuat sesuai garis muat pada Plimsoll Mark.
Optimalisasi Air Laut dengan Elektrokimia Supported System Hartono Yudo
Jurnal Teknologi Maritim Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33863/jtm.v2i2.1188

Abstract

Konsumsi minyak cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Dari ancaman ini, pakar energi memperkirakan, bahwa bahan bakar fosil yang dikonsumsi akan habis pada waktu tertentu. Bahan bakar diesel adalah bahan bakar yang digunakan oleh nelayan untuk menghidupkan genset di laut. Namun, kehadiran bahan bakar diesel saat ini terbatas dan mahal. Selain itu, bahan bakar diesel dapat menyebabkan emisi karbon, dan emisi yang dihasilkan termasuk SOx, NOx, CO, HC, dan debu partikulat. Pada dasarnya, air laut mengandung senyawa NaCl tinggi yang merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam dan gas-gas terlarut. Dengan adanya partikel muatan bebas, maka timbul arus listrik (Kuwahara, 2001). Munculnya arus listrik oleh muatan bebas dapat digunakan sebagai sumber energi listrik yang murah dan ramah lingkungan dengan sel metode volta. Salah satu solusi yang dibahas penulis untuk menjawab persoalan mengenai krisis energi bahan bakar minyak serta berbagai dampak negatif yang dihasilkan penggunaan bahan bakar minyak bagi lingkungan adalah "SEWOT KESEL (Optimalisasi Air Laut dengan Elektrokimia Supported System sebagai Energi Pengganti Bahan Bakar Minyak Cadangan Energi pada Kapal Ikan Tradisional)”, ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara alternatif dalam menekan pengunaan bahan bakar minyak dan mengurangi tingginya polusi di perairan, serta biaya operasional pelayaran kapal perikanan tradisional