Galih Yansaputra
PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Kritis dapat dibentuk melalui Discovery Learning Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15098

Abstract

Berfikir kritis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Di era sekarang ini setiap orang dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan mengorganisir terhadap suatu ide gagasan sebagian kecil dari kemampuan berfikir kritis. Dewasa ini sebagian siswa belajar IPS hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga tak sedikit dari mereka mengambil jalan pintas yaitu meniru atau mencontek pekerjaan teman. Mereka hanya berpikir bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus tanpa ada rasa senang atau bermakna. Hal ini juga dialami siswa-siswi SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana menggambarkan sebuah fenomena global dengan penyelesaian masalah secara mendalam. Masalah yang dihadapi oleh guru ketika dalam pembelajaran yaitu sebagian besar siswa kurang bersemangat mengikuti ceramah dan perintah guru, di sesi tanya jawab sedikit siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini memaparkan seberapa penting peran guru dan keefektifan model belajar Discovery Learning guru. Hasil dari penelitian model belajar ini siswa dapat melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat simpulan. Dalam studi ini guru tidak hanya informatif, namun juga sebagai motivatif dan guru dapat menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa agar terlibat secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran dengan diawali pada masalah yang berkaitan dengan konsep yang dipelajari.   
Pemikiran Kritis dapat dibentuk melalui Discovery Learning Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.15098

Abstract

Berfikir kritis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Di era sekarang ini setiap orang dituntut untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan mengorganisir terhadap suatu ide gagasan sebagian kecil dari kemampuan berfikir kritis. Dewasa ini sebagian siswa belajar IPS hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sehingga tak sedikit dari mereka mengambil jalan pintas yaitu meniru atau mencontek pekerjaan teman. Mereka hanya berpikir bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus tanpa ada rasa senang atau bermakna. Hal ini juga dialami siswa-siswi SD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana menggambarkan sebuah fenomena global dengan penyelesaian masalah secara mendalam. Masalah yang dihadapi oleh guru ketika dalam pembelajaran yaitu sebagian besar siswa kurang bersemangat mengikuti ceramah dan perintah guru, di sesi tanya jawab sedikit siswa yang aktif menjawab pertanyaan guru. Penelitian ini memaparkan seberapa penting peran guru dan keefektifan model belajar Discovery Learning guru. Hasil dari penelitian model belajar ini siswa dapat melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat simpulan. Dalam studi ini guru tidak hanya informatif, namun juga sebagai motivatif dan guru dapat menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa agar terlibat secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran dengan diawali pada masalah yang berkaitan dengan konsep yang dipelajari.