Selia Wahyu Kaeksi
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assessment Pembelajaran IPS SD Kelas V Selia Wahyu Kaeksi
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.9388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan assessment pembelajaran IPS danĀ  hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru kelas V di SD gugus Bintang dalam melaksanakan assessment pembelajaran IPS. Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tujuh guru kelas V di SD gugus Bintang. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman langkah-langkahnya yaitu reduksi data, display data, danpenarikan kesimpulan. Peneliti penggunakan triangulasi teknik untuk menganalisis informasi yang diperoleh. Pelaksanaan assessment pembelajaran IPS kelas V oleh guru di SD Gugus Bintang sudah cukup baik karena mencakup tiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Tapi ada beberapa sekolah yang belum melaksanakan assessment yang meliputi tiga aspek. Hambatan-hambatan yang dirasakan oleh guru-guru kelas V di Gugus Bintang dalam mengassessment pembelajaran IPS yaitu: 1) Kognitif, guru tidak menggunakan rubrik penilaian untuk menilai soal esai, dan guru belum menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan menghafal siswa. 2) Afektif, belum menggunakan daftar checklist untuk mengassessment perkembangan masing-masing siswa. 3) Psikomotorik, guru tidak menggunakan rubrik penilaian untuk menilai gambar yang siswa buat. Bagi guru kelas V di SD Gugus Bintang harus lebih memperhatikan indikator-indikator yang terdapat pada ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik dalam mengassessment pembelajaran IPS. Selain itu juga harus lebih mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang tersedia di sekolah masing-masing.
Assessment Pembelajaran IPS SD Kelas V Selia Wahyu Kaeksi
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 2 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: December 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v2i2.9388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan assessment pembelajaran IPS danĀ  hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru kelas V di SD gugus Bintang dalam melaksanakan assessment pembelajaran IPS. Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tujuh guru kelas V di SD gugus Bintang. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif Miles dan Huberman langkah-langkahnya yaitu reduksi data, display data, danpenarikan kesimpulan. Peneliti penggunakan triangulasi teknik untuk menganalisis informasi yang diperoleh. Pelaksanaan assessment pembelajaran IPS kelas V oleh guru di SD Gugus Bintang sudah cukup baik karena mencakup tiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Tapi ada beberapa sekolah yang belum melaksanakan assessment yang meliputi tiga aspek. Hambatan-hambatan yang dirasakan oleh guru-guru kelas V di Gugus Bintang dalam mengassessment pembelajaran IPS yaitu: 1) Kognitif, guru tidak menggunakan rubrik penilaian untuk menilai soal esai, dan guru belum menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan menghafal siswa. 2) Afektif, belum menggunakan daftar checklist untuk mengassessment perkembangan masing-masing siswa. 3) Psikomotorik, guru tidak menggunakan rubrik penilaian untuk menilai gambar yang siswa buat. Bagi guru kelas V di SD Gugus Bintang harus lebih memperhatikan indikator-indikator yang terdapat pada ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik dalam mengassessment pembelajaran IPS. Selain itu juga harus lebih mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang tersedia di sekolah masing-masing.