Bandot Sumardiyono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persyaratan Fungsional Aplikasi SIKD Berdasarkan ISO 16175-2:2011 Bandot Sumardiyono
JURNAL REKAYASA INFORMASI Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Informasi
Publisher : PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL (ISTN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persyaratan fungsional adalah kondisi, kriteria, batasan-batasan, syarat, atau kemampuan yang harus dimiliki oleh produk perangkat lunak yang akan dibangun untuk memenuhi apa yang diinginkan atau disyaratkan pemakai. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) merupakan aplikasi kearsipan yang memiliki fungsi untuk dapat mengelola arsip dinamis mulai dari penciptaan, pemeliharaan, penggunaan dan penyusutan. Aplikasi SIKD merupakan aplikasi hibrida yaitu dapat mengelola arsip yang terlahir elektronik dan non-elektronik. Standar persyaratan fungsional untuk aplikasi pengelolaan arsip dinamis mengacu kepada standar internasional yaitu ISO 16175-2:2011. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gap antara fungsionalitas yang ada pada aplikasi SIKD dengan persyaratan fungsional yang terdapat pada ISO 16175-2:2011 dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan aplikasi SIKD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis perbandingan fungsionalitas yang dimiliki aplikasi SIKD dengan persyaratan fungsional yang ada pada ISO 16175-2:2011. Hasil dari analisis ternyata aplikasi SIKD belum memenuhi semua persyaratan fungsional seperti yang terdapat dalam ISO 16175-2:2011
Segmentasi Citra Digital Paleografi Arsip VOC Menggunakan Metode Thresholding Bandot Sumardiyono
JURNAL REKAYASA INFORMASI Vol 11 No 1 (2022): JURNAL REKAYASA INFORMASI
Publisher : PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL (ISTN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segmentasi merupakan teknik untuk membagi suatu citra menjadi berapa daerah (region) dimana setiap daerah memiliki kemiripan atribut. Thresholding merupakan salah satu teknik segmentasi yang menghasilkan citra biner, yaitu citra yang memiliki dua tingkat keabuan, yaitu hitam dan putih. Segmentasi citra digital paleografi arsip VOC dilakukan untuk memisahkan antara karakter paleografi dengan backgoundnya. Tahapan yang dilakuan adalah dengan mengkonversi citra asli menjadi citra greyscale kemudian dengan menggunakan metode thresholding citra greyscale dikonversi menjadi citra biner. Tujuan pemisahan objek dan background pada citra digital paleografi arsip VOC adalah untuk memperjelas karakter-karakter pada citra digital paleografi sehingga arsip VOC lebih mudah dibaca. Dari hasil penelitian nilai ambang T=120 pada metode thresholding binary menghasilkan segmentasi citra digital paleografi yang terbaik. Kata kunci : Thersholding, Segmentasi Citra, Paleografi.