Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepatuhan UMKM Gegerkalong terhadap Penambahan Biaya Transaksi Modern: Pendekatan Teori Tom R. Tyler Afwa Siti Farisah; Helsi Helsera Anzani; Dea Aryandhana Mulyana Haris; Muhammad Khalid Abdurrahman; Hana Balqis Mulaykah; Naufal Hanif Al-Muttaqiin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6339

Abstract

Transformasi sistem pembayaran digital sering kali memicu keresahan di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akibat penerapan biaya layanan yang dinilai kurang transparan. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi dampak ketiadaan transparansi regulasi biaya transaksi terhadap resistensi dan niat kepatuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah Gegerkalong. Studi ini mengisi celah literatur dengan mengevaluasi sejauh mana krisis informasi dan tekanan ekonomi memicu runtuhnya legitimasi aturan sistem pembayaran digital melalui lensa keadilan prosedural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendalami peristiwa ketidakpatuhan di kalangan pelaku UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara cross-sectional kepada sepuluh pelaku UMKM yang aktif menggunakan layanan QRIS dalam transaksi harian mereka. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya edukasi dan sosialisasi menyebabkan pelaku UMKM memandang regulasi pemotongan biaya sebagai tindakan eksploitatif. Kondisi ini pada akhirnya mendorong praktik resistensi nyata berupa pengenaan biaya tambahan (surcharge). Temuan ini membuktikan bahwa hilangnya kepercayaan pada prosedur regulasi secara langsung merusak niat kepatuhan sukarela pelaku UMKM. Kesimpulannya, otoritas pembuat kebijakan dan penyedia layanan keuangan harus memprioritaskan transparansi informasi dan perlindungan margin laba UMKM daripada sekadar mengandalkan pendekatan penegakan hukum yang bersifat paksaan.
KEPUTUSAN DALAM MENUNAIKAN ZAKAT: PERSPEKTIF MUZAKI TERHADAP PEMBAYARAN DIGITAL Rahmadi Fauzan Alwi; Syifa Alya Putri Fahruzi; Annisa Salsa Nabila; Mario Adi Santoso; Faisal Kamal Fadila; Dea Aryandhana Mulyana Haris
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/jesa.v8i1.4343

Abstract

Zakat memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Namun, realitanya dana zakat yang berhasil dihimpun oleh BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya belum optimal. Digital payment sebagai salah satu inovasi teknologi finansial (fintech) menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan muzaki dalam membuat keputusan membayar zakat melalui digital payment menggunakan laman DT.Peduli dengan meninjau aspek kemudahan, kenyamanan, dan keamanan dalam penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terhadap muzaki yang telah menunaikan zakat melalui laman DT.Peduli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas muzaki merasa puas dengan layanan laman, tetapi masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah digitalisasi zakat melalui laman DT.Peduli sangat memudahkan muzaki dalam membayar zakat sehingga berpotensi mengatasi masalah rendahnya realisasi penghimpunan dana zakat di Indonesia