Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan Etika Bisnis Sebagai Upaya Menyiapkan Generasi Muda (Gen Z) Yang Siap Masuk Dunia Industri Kerja Dwiwahjuni Wulandari; Ferisanti Ferisanti
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i4.4818

Abstract

The emergence of a new generation often referred to as Gen Z, those who were born in the era of 1995 - 2012 began to enter the industrial workforce. It is important for this generation to understand the concept of business ethics as a whole, so that when they take a role in the world of work, they can behave correctly according to the norms regulated in business ethics. Especially considering that this generation, whether we like it or not, is realized together in character is very different from the previous generation. Gen Z is a generation that from birth has received very intensive exposure to technology. This forms a mindset that tends to be egocentric and easily discouraged. Therefore, a correct understanding of business ethics is expected to bridge the gap that is very likely to occur with previous generations in the world of work.
Pengaruh Digital Skill dan Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan Studi Pada Karyawan Gen Z Dwiwahjuni Wulandari; Supardi; Triyogo Moelyo Adhi; Subawa; Broto Wiyono
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui penguasaan keterampilan digital (digital skill) serta peningkatan keterlibatan kerja (employee engagement), khususnya pada Generasi Z yang merupakan digital native. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital skill dan employee engagement terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah karyawan Generasi Z di Kawasan Industri MM2100, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 7,156 > 1,985. Selain itu, employee engagement juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 6,403 > 1,985. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F hitung sebesar 269,701 > 3,09 dan tingkat signifikansi < 0,05. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,904 menunjukkan bahwa digital skill dan employee engagement mampu menjelaskan 90,4% variasi kinerja karyawan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja karyawan Generasi Z tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan digital, tetapi juga oleh tingkat keterlibatan karyawan dalam pekerjaan. Oleh karena itu, organisasi perlu mengintegrasikan pengembangan digital skill dan strategi peningkatan employee engagement untuk mencapai kinerja yang optimal.