Donna Avianty
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan E-Modul “Siap” untuk Mendukung Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sari Mellina Tobing; Donna Avianty
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6 No 4 (2023): Desember
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v6i4.3318

Abstract

In implementing the project to strengthen the Pancasila student profile, it is important to pay attention to the use of developing technology. One of them is by utilizing e-modules specifically designed for P5 activities. The advantage of using electronic modules is that students can learn independently and flexibly, accessible anytime, anywhere. This research develops e-modules that are systematic, interactive, applicable and productive which aim to support the implementation of the Pancasila student profile which has been implemented so far, with the development research method (developmental research). Broadly speaking, this research was carried out in five stages ADDIE: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Based on this research activity it can be concluded that the "SIAP" Electronic Module can support projects to strengthen the Pancasila Student Profile. This is indicated by the average validity percentage of the "SIAP" E-Module which is 88%, which means that this E-Module is very valid and feasible to use. In addition, the average student response of 82.25% also shows a very good interest in being involved in the implementation of P5 through the Pancasila "SIAP" E-Module.
Peran Pendidikan Sejarah Dalam Mempertahankan Identitas Dan Budaya Lokal Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah Ari Rambu Ata; Sari mellina Tobing; Donna Avianty
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.473

Abstract

Pembelajaran sejarah sebagai penguatan rasa cinta tanah air dalam kebangsaan dan menjadikan warga negara yang baik. Pembelajaran sejarah dapat memberikan manfaat serta makna dalam kehidupan apabila bisa memplejari sejarah dengan kritis dan mampu menumbuhkan wawsaannya dalam mengambil keputusan (Purwanta dkk, 2015). Bahkan dalam kehidupan nilai sejarah ini dapat membentuk ataupun merubah siswa yang bisaanya tidak menghargai waktu hingga bisa menghargai waktu, akrena sejarah tidak jauh dari waktu. Sejarah juga membantu menumbuhkan dan memperkuat karakter bangsa (Putri dkk, 2017: 69). Pendidikan sejarah memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan identitas nasional dan pemahaman tentang jati diri bangsa. Sejarah bukan hanya sekadar rangkaian peristiwa masa lalu, melainkan merupakan cermin perjalanan panjang sebuah bangsa dalam menghadapi tantangan dan membentuk karakter masyarakatnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidikan sejarah dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal pada siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah dan Untuk mengetahui kendala apa serta upaya yang dilakukan dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal pada siswa kelas X1 SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini memberikan gambaran dan penjelasan yang tepat mengenai keadaan atau gejala yang dihadapi. Hasil penelitian adalah peran pelajaran dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal siswa melalui pembelajaran berbasis sejarah lokal di SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah dapat dijabarkan sebagai berikut : Sebagai komponen yang memiliki posisi strategis dalam mempertahankan identitas dan budaya lokal pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Waibakul Sumba Tengah, Sebagai media pewarisan nilai sejarah lokal kepada siswa, Sebagai jembatan penghubung antara dunia nyata dan dunia sekolah dengan membawa siswa kedalam situasi riil di masyarakat, Sebagai fasilitator siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai budaya yang mereka peroleh.