Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Ketahanan Pangan Provinsi Riau: Dampak Sosio-Ekonomi terhadap Masyarakat Indra Indra; Oman Sukmana; Wahyudi Wahyudi
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 7 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i7.1439

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan ketahanan pangan merupakan salah satu program utama pemerintah Republik Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi program dan kebijakan ketahanan pangan di masyarakat petani kabupaten/kota Provinsi Riau serta dampak implementasi kebijakan dan program ketahanan pangan terhadap sosio ekonomi masyarakat di Provinsi Riau Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang evaluasi kebijakan pangan di Provinsi Riau dan dampaknya terhadap masyarakat setempat. Kesimpulan: Implementasi kebijakan dan strategi Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau belum berjalan dengan baik, dikarenakan dalam implementasi kebijakan dan strategi tidak tepat sasaran sehingga Undang-undang No. 18 Tahun 2012 yang mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan tidak terwujud.
From Harvest to Hedonism: Fear of Missing Out (FOMO), Conformity, and Consumptive Behavior Among Oil Palm Farmers in Rokan Hilir Regency from an Islamic Economic Perspective Indra Indra; Oman Sukmana; Tri Sulistyaningsih; Junaidi Junaidi
Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ) Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/sembj.v7i1.2205

Abstract

Background: The rising income of smallholder oil palm farmers in Rokan Hilir Regency, Riau Province, Indonesia, has paradoxically fuelled consumptive spending patterns that prioritise symbolic goods over productive investment. Drawing on Jean Baudrillard's theory of consumer society and sign value, this study investigates how Fear of Missing Out (FOMO), conformity, celebrity endorsement, and self-esteem collectively drive consumptive behaviour among oil palm farmers, and how these dynamics are mediated through an Islamic economic lens. Method: This study adopts a qualitative case-study design with an interpretive paradigm. Data were gathered through in-depth interviews with ten smallholder oil palm farmers in Rokan Hilir, supplemented by interviews with seven key informants comprising village heads, local government officials, and banking representatives. Long-term observational fieldwork and documentary analysis were also employed to triangulate findings. Thematic and interpretive analysis guided data interpretation. Results: Four key findings emerge: (1) FOMO functions as a primary psychological trigger that transforms social anxiety into impulsive purchasing; (2) conformity operates as a social mechanism reinforcing status-oriented consumption; (3) celebrity endorsement through social media accelerates aspirational spending by constructing a hyperreal vision of prosperity; and (4) low self-esteem causes farmers to compensate through conspicuous goods. The study reveals that oil palm farmers consume not merely to meet needs but to perform social identity and simulate economic success, consistent with Baudrillard's simulacra framework. Conclusion: Consumptive behaviour among oil palm farmers is a structurally embedded social practice shaped by symbolic competition, income volatility, and digital media penetration. From an Islamic economic perspective, this pattern violates the principles of israf (wastefulness) and infaq fi sabilillah (purposeful spending). Interventions through financial literacy, Sharia-based financial planning, and community-level moral economy education are recommended to redirect agrarian income toward long-term productive investment.