Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Perilaku Kesehatan terhadap Karies Gigi Kriteria ICDAS di Desa Melahing Kota Bontang Denti Diastuti; Masyhudi Masyhudi; Krispinus Duma
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.115

Abstract

Karies gigi menjadi bukti tidak terjaganya kondisi gigi dan mulut masyarakat, dengan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia, mencapai 48% di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki keterkaitan antara prilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan insiden karies pada penduduk Desa Melahing Kota Bontang. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di Desa Melahing Kota Bontang. Jumlah populasi adalah 261 orang, dengan sampel sebanyak 72 orang yang telah memberikan persetujuan melalui informed consent. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan melalui pemeriksaan klinis rongga mulut menggunakan kriteria ICDAS untuk mengukur kedalaman karies. Hasil analisis data menggunakan uji chi square pada SPSS versi 26 menunjukkan bahwa perilaku kesehatan gigi dan mulut masyarakat mayoritas dikategorikan sebagai buruk (72,2%), dan tingkat kejadian karies email di Desa Melahing mencapai 59,7%. Berdasarkan uji chi square, ditemukan hubungan yang signifikan antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi pada masyarakat Desa Melahing Kota Bontang, dengan nilai p = 0,035 (p < 0,05) dan odds Ratio sebesar 3,7. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara prilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies di Desa Melahing Kota Bontang; di mana individu yang memiliki prilaku yang kurang baik memiliki risiko 3,7 kali lebih tinggi mengalami karies email dibandingkan dengan mereka yang memiliki prilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Testing the Antibacterial Activity of Black Betel Leaf Extract (Piper betle L. Var Nigra) on Streptococcus mutans, Porphyromonas gingivalis, and Enterococcus faecalis Cici Nur Aisyah Eka Putri; Masyhudi Masyhudi; Listiyawati Listiyawati
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v3i7.5269

Abstract

Black betel leaves (Piper betle L. var nigra) are known to have antibacterial effects caused by secondary metabolites such as tannins, phenolic compounds, saponins, flavonoids, alkaloids, and steroids. This study aims to assess the antibacterial activity of ethanol extract of black betel leaves (Piper betle L. var nigra) against S. mutans, P. gingivalis, and E. faecalis by measuring the diameter of the inhibition zone formed. This research is a type of pure experimental research (true experimental) with post test only control group design. This experimental research was conducted using the disc diffusion method in vitro, the bacteria were treated with black betel leaf extract (Piper betle L. var nigra) with a concentration variation of 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%. The experiment was repeated three times. The results showed that black betel leaf (Piper betle L. var nigra) had antibacterial activity against two of the three bacteria. This activity was observed through the presence of distinct clear zones around the paper disks. In conclusion, extracts derived from black betel leaf (Piper betle L. var nigra) had antibacterial activity against S. mutans and P. gingivalis bacteria at 70%, 80%, 90%, and 100% concentrations. However, it did not have antibacterial activity against E. faecalis bacteria.