Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Kulit Pada Remaja Di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Se-Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 Muhammad Mahruj Awaludin; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi; Ainun Mutoharoh
E-Jurnal Kajen Vol 7 No 01 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv7i01.03

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit yang masih menjadi persoalan didunia termasuk Indonesia. Pada zaman sekarang untuk mengakses sebuah informasi terkait obat lebih mudah sehingga banyak masyarakat memilih melakukan tindakan swamedikasi atau pengobatan mandiri walaupun dalam pelaksanaannya dapat menyebabkan kesalahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi pada remaja di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari panti asuhan Pekajangan, Kedungwuni, Wuled, Wonopringgo, dan Kajen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini adalah remaja yang mempunyai riwayat penyakit kulit dan pernah melakukan swamedikasi sebanyak 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebesar 84% dengan kategori sangat baik, hasil perilaku responden memiliki nilai sebesar 77% dengan kategori sangat baik. Analisis data pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit kulit dengan nilai sig 0,029 serta koefisien korelasi sebesar 0,252 berdasarkan program SPSS versi 16
Pengaruh Swamedikasi Penyakit Kulit terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Wulan Agustin Ningrum; Muhammad Mahruj Awaludin; Irma Suryani
Sinteza Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i2.20309

Abstract

Skin disease is one of the many diseases that is still a problem in the world, including Indonesia. This fungal skin disease is not fatal, however, because it is chronic and residual, and many people are resistant to the use of antifungal drugs. In this day and age, accessing information related to medicines is easier, so many people choose to take self-medication even though the implementation can cause errors. The number of cases of self-medication for skin diseases carried out by respondents in Muhammadiyah Orphanages throughout Pekalongan Regency. The aim of this research is to determine the level of students' knowledge of self-medication among respondents in Muhammadiyah Orphanages throughout Pekalongan Regency, consisting of Pekajangan, Kedungwuni, Wuled orphanages. , Wonopringgo, and Kajen. The method used in this research is an analytical survey with a cross sectional design. The sampling technique uses total sampling. The sample for this study was 75 respondents, namely respondents who had a history of skin disease and had done self-medication. The research results showed that 86,7% of respondents had a level of knowledge in the very good category. It can be concluded from the research that students at the Pekalongan Regency Muhammadiyah Orphanage have very good knowledge in self-treatment of skin diseases. More in-depth research needs to be done so that we can find out the relationship.