Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Association Between Gender and SRQ-29 Domains of Substance Use and Psychotic Experiences Among Preclinical Medical Students Bintang Tatius; Ratih Widayati; Erwin Ulinnuha Fahreza
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.774

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran preklinik berada dalam lingkungan akademik dengan tekanan tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Jenis kelamin merupakan faktor sosial-demografik yang dapat berkaitan dengan perbedaan kerentanan terhadap penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jenis kelamin dengan domain penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik berdasarkan Self-Reporting Questionnaire-29 pada mahasiswa kedokteran preklinik. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 367 mahasiswa S1 Kedokteran preklinik yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner demografi dan Self-Reporting Questionnaire-29. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Besar hubungan dianalisis menggunakan odds ratio dan risk ratio. Hasil: Jenis kelamin berhubungan signifikan dengan penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik. Pada domain penyalahgunaan zat, diperoleh p = 0,004 dengan OR = 14,85 dan RR = 14,06. Pada domain pengalaman psikotik, diperoleh p = 0,009 dengan OR = 2,08 dan RR = 1,82. Sebaliknya, jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan distress emosional (p = 0,696) maupun stres pascatrauma (p = 0,973). Kesimpulan: Jenis kelamin berhubungan dengan penyalahgunaan zat dan pengalaman psikotik pada mahasiswa kedokteran preklinik. Skrining kesehatan mental berkala dan intervensi yang sensitif terhadap perbedaan gender diperlukan untuk mendeteksi perilaku berisiko dan pengalaman psikologis secara dini.  
Identification of Problems and Needs of Family Members Caring for People with Mental Disorders (ODGJ) Sandiva Nur Adeni; Mohammad Fatkhul Mubin; Bintang Tatius Nasrullah; Ratih Widayati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.2831

Abstract

Increased awareness of mental health has highlighted the importance of treating mental disorders, including schizophrenia, as a relevant public health problem. The public's view or stigma towards people with mental disorders is that mental disorders still often occur in society. The problems and needs of ODGJ are the cause of family burden. For this reason, this research aims to identify the problems and needs of family members who care for people with mental disorders (ODGJ) in Grobogan Regency. The aim of this research is to identify the problems and needs faced by family members who care for people with mental disorders (ODGJ) in Grobogan Regency. This research is a quantitative descriptive research conducted at Dr. R Soedjati Sumodiharjo Regional Hospital, Grobogan Regency. The sample consisted of 97 respondents who had families with schizophrenia, selected using a sequence sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a standard family burden questionnaire by Wanda K, Mohr, and data analysis was carried out using univariate tests. The results of statistical data analysis show that the majority of respondents experience problems and needs that are in the moderate category. Therefore, treatment and support for families caring for family members with mental disorders needs to pay careful attention to these various factors and adopt a holistic approach to ensure that needs are met. they are well catered for. The conclusion of this study is that families caring for members with mental disorders need better support and interventions, which can be tailored to the context and individual characteristics. A holistic understanding of the characteristics of respondents is key in providing effective support for families who care for family members with ODGJ.
Pemberdayaan Keluarga Pasien Stroke dengan Periodontitis Melalui Home Visit Berbasis Interprofessional Education Bintang Tatius; Ratih Widayati; Erwin Ulinnuha Fahreza
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1080

Abstract

Masalah kesehatan sistemik pada lansia, seperti hipertensi dan pascastroke, sering disertai gangguan kesehatan gigi dan mulut, sementara akses ke fasilitas kesehatan masih menjadi hambatan bagi keluarga sasaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai manajemen hipertensi, perawatan pascastroke, pencegahan sindrom geriatri, dan higiene oral melalui kunjungan rumah berbasis interprofessional education. Mitra kegiatan adalah empat keluarga binaan di wilayah sasaran yang merawat lansia dengan hipertensi, stroke, gingivitis, karies dentis, nekrosis pulpa, atau masalah oral lain. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan umum dan gigi-mulut, penyuluhan, demonstrasi senam pencegahan pikun, praktik menyikat gigi, serta edukasi menggunakan leaflet dan poster. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan keluarga. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 30 menjadi 87,5, dengan kenaikan 57,5 poin atau 191,7% dibandingkan nilai awal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi kedokteran dan kedokteran gigi berbasis kunjungan rumah efektif meningkatkan literasi kesehatan keluarga.