Putri Beny Mawarsih
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Performativitas Gender Pemimpin Perempuan dalam Diskusi Women in Power Mata Najwa: Analisis Wacana Kritis Ika Febriani; Putri Beny Mawarsih
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10899

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam ruang publik melalui diskursus kritis dalam episode Mata Najwa bertajuk Women in Power. Fokus utama penelitian ini adalah perempuan dalam kepemimpinan menegosiasikan identitas di tengah ekspektasi sosial dan norma patriarkal yang masih kuat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji identitas gender perempuan dalam kepemimpinan dibentuk, dinegosiasikan, dan ditantang melalui wacana media, serta cara perempuan merespons dan menyesuaikan diri terhadap tekanan sosial yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis dengan pendekatan teori identitas gender Judith Butler. Data utama diperoleh dari transkripsi episode Mata Najwa, kemudian dikodekan dan dianalisis untuk mengidentifikasi pola representasi gender, bentuk perlawanan terhadap stereotip, serta strategi yang digunakan para perempuan pemimpin dalam menegosiasikan peran perempuan. Analisis dilakukan dengan menyoroti perempuan menghadapi standar ganda, membuktikan kompetensi mereka melalui usaha ekstra, serta menyesuaikan gaya kepemimpinan agar diterima dalam lingkungan yang didominasi laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pemimpin masih menghadapi berbagai hambatan struktural dan kultural, termasuk ekspektasi untuk menampilkan keseimbangan antara ketegasan dan empati agar dapat diterima secara luas. Meskipun demikian, perempuan menggunakan berbagai strategi untuk menegosiasikan peran dan memperluas ruang gerak mereka, baik melalui penciptaan narasi kepemimpinan yang inklusif maupun dengan membangun solidaritas antarpemimpin perempuan. Solidaritas ini menjadi elemen penting dalam mendukung satu sama lain serta menantang hambatan yang ada, terutama dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi publik tentang perempuan dalam kepemimpinan.
KESETARAAN GENDER DALAM DISKUSI “MATA NAJWA” EPISODE WOMEN IN POWER (ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS) Putri Beny Mawarsih; Kisyani Laksono; Agusniar Dian Savitri
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dalam diskusi Mata Najwa episode Women in Power. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Data penelitian ini yaitu kutipan percakapan dan tulisan dalam kolom komentar mengandung makna bahasa dalam diskusi Mata Najwa episode Women in Power. Sumber data penelitian ini yaitu diskusi Mata Najwa episode Women in Power yang diunduh melalui YouTube chanel Mata Najwa. Teknik pengumpulan data melalui teknik menyimak, mencatat, transkripsi, dan dokumentasi, dengan fokus pada kata, frasa, dan kalimat yang digunakan narasumber dalam diskusi Women in Power. Analisis data dilakukan terhadap posisi penonton dengan menggunakan interpretasi data. Hasil analisis menunjukkan posisi subjek, objek, dan penonton dibentuk melalui wacana yang menggambarkan dinamika gender, kekuasaan, dan pemberdayaan perempuan. Peran perempuan sebagai agen aktif yang berjuang untuk kesetaraan, sekaligus menggambarkan tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia yang patriarkal. Penonton dari program tayangan Mata Najwa eposide Women in Power menunjukkan kesadaran akan ketidaksetaraan gender dan memberikan penghargaan terhadap perempuan yang menembus batas-batas yang ada. Kata kunci: Wacana Kritis, Mata Najwa, Kesetaraan Gender, Perempuan