Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Kadar Asam Urat Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa Saleh, Rahmat; Ditaellyana Artha; Zakia Asrifah Ramly
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i2.329

Abstract

Pemeriksaan kadar asam urat sangat penting untuk dilakukan karena dapat membantu masyarakat mendiagnosis secara awal serta mengontrol berbagai penyakit yang berakitan dengan asam urat, seperti radang sendi (arthritis gout). Manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat agar terhindar darai penyakit khususnya diakibatkan oleh asam urat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahuai hasil pemeriksaan kadar asam urat pada masyarakat di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Desain yang digunakan pada kegiatan ini yaitu menggunakan desain deskriptif observasional yaitu dengan cara megambarkan hasil pemeriksaan kadar asam urat pada masyarakat. Dari kegiatan yang dilakukan diperoleh hasil pemeriksaan asam urat pada masyarakat di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, dengan jumlah sampel 33 orang maka diperoleh hasil pemeriksaan asam urat pada jenis kelamin laki-laki yang normal sebanyak 16 orang (100%) dan tidak ada yang mengalami Hiperurisemia, sedangkan pada hasil pemeriksaan asam urat pada jenis kelamin perempuan yang normal sebanyak 17 orang (100%) dan tidak ada yang mengalami Hiperurisemia.
Rekayasa Nanoselulosa Bakteri sebagai Platform Nano-Biomaterial untuk Terapi Obat dan Antimikroba: Perspektif Pengobatan Modern Zakia Asrifah Ramly
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/prosemnasikk.v2i2.87

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) continues to rise globally, diminishing the efficacy of conventional antibiotics and driving the need for advanced biomaterial-based therapeutic strategies. Bacterial nanocellulose (BNC) has emerged as a highly promising platform due to its nanoscale fibrillar structure, high porosity, exceptional purity, and excellent biocompatibility. Its large surface area and hydrogel-like properties enable high drug-loading capacity and controlled release, making BNC an ideal matrix for therapeutic delivery. Functionalization of BNC with metallic nanoparticles (AgNP, ZnO, CuO), antibiotics, plant-derived bioactives (e.g., quercetin, curcumin), and innovative agents such as lytic enzymes or metal–organic frameworks has demonstrated markedly enhanced antibacterial and antibiofilm performance. In vitro studies report broad- spectrum inhibition, biofilm reduction up to 95%, and improved drug stability through sustained release. In vivo evaluations using wound models reveal accelerated healing (30–50%), reduced bacterial burden by up to 4 log CFU, and superior tissue regeneration with minimal systemic toxicity. Despite these promising outcomes, gaps remain regarding long-term safety, nanoparticle–host interactions, and standardized testing protocols. Overall, current evidence highlights BNC as a versatile and potent nanobiomaterial for antimicrobial therapy and drug delivery, although successful clinical translation will require comprehensive in vivo validation and methodological harmonization.