Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ruang

Strategi Desain Ruang Publik Sebagai Alternatif Penanganan Konflik Pada Pemanfataan Ruang Pesisir Teluk Palu Fuad Zubaidi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 5 No 2 September (2013): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v5i2 September.153

Abstract

Merancang dan menata ruang publik kota sebagai pusat aktivitas masyarakat, memerlukan kerangka konseptual yang integratif dengan pendekatan hubungan perilaku dan lingkungan. Beberapa kasus terbukti, bahwa ruang publik akhirnya menjadi ruang mati, terdistorsi karena bertumpuk-tumpuknya fungsi dan menyebabkan terjadinya konflik pemanfaatan ruang. Untuk mengatasi persoalan tersebut ada beberapa aspek yang dapat digunakan dalam pengembangan ruang publik, yaitu mengembangkan strategi konsep pengembangan ruang terbuka yang humanist, pengembangan peraturan dalam ruang publik, pengembangan pemaknaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan utama pembahasan ini adalah mengembangkan konsep penataan ruang publik yang berdasarkan studi perilaku guna memberikan hak atas ruang bagi pengguna publik ruang baik pengunjung serta pejalan kaki dan menjamin terpenuhinya kebutuhan fisiologis di dalam ruang tersebut untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, kesenangan, kesinambungan, kelengkapan ,daya tarik dan yang terpenting adalah untuk menghindari konflik pemanfaatan ruang. Penelitian dilakukan 2 (dua) tahap, yaitu mengembangkan konsep penataan ruang publik berbasis perilaku lingkungan yang menunjukkan adanya indikasi konflik penggunaan ruang dengan pembentukan teritori ruang (tahap I) dan mengembangkan strategi model penataan ruang publik (tahap II), selanjutnya melakukan sosialisasi dan mengembangkan strategi serta model perancangan ruang publik berupa guidelines acuan perancangan untuk di terapkan di ruang publik pada lokasi penelitian dan beberapa ruang publik kota lainnya.
Telaah Konsep Frank O Gehry Dalam Rancangan Arsitektur Fuad Zubaidi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.122

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai telaah konsep arsitek profesional serta karya-karya Frank O Gehry yang ikut mempengaruhi perkembangan gaya arsitektur dunia. Sebagai seorang arsitek, Frank O Gehry mempunyai perjalanan panjang dalam karirnya sebagai seorang arsitek serta mengalami beberapa perkembangan tipologi maupun gaya dalam menuangkan idenya dalam desain arsitektur. Konsep desain Frank O Gehry banya dipengaruhi oleh seni lukis dan seni patung, baginya seni dan arsitektur merupakan hal yang sama karena datang dari sumber inspirasi yang sama. Perwujudan bentuk-bentuk arsitektur tidak terlepas dari beberapa pengaruh seni tersebut, Kebenaran yang tepat untuk sebuah karya arsitektur yaitu bagaimana penggunaan warna,ukuran dan komposisi dalam desain Arsitektur. Dalam tulisan ini akan dikaji dan ditelaah bagaimana tipologi gaya maupun konsep desain ar sitektur Frank O Gehry melalui beberapa karya-karya yang diambil dengan fungsi bangunan yang berbeda yang dikomparasi dengan beberapa prinsip-prinsip dasar perancangan arsitektur serta beberapa pernyataan Frank O Gehry tentang bagaimana dia merancang serta mendesain karya-karya arsitekturnya yang fenomenal. Hasil kajian dan telaah karya-karya arsitek Frank O Gehry menggambarkan, walaupun Gehry sangat dikenal dengan tokoh dekonstruksi serta slogan “There is No Rule” , namun dalam desain dan karya Fran O Gehry masih memperhatikan trilogi dasar Vitruvius.
Strategi Desain Ruang Publik Sebagai Alternatif Penanganan Konflik Pada Pemanfataan Ruang Pesisir Teluk Palu Fuad Zubaidi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.139

Abstract

Merancang dan menata ruang publik kota sebagai pusat aktivitas masyarakat, memerlukan kerangka konseptual yang integratif dengan pendekatan hubungan perilaku dan lingkungan. Beberapa kasus terbukti, bahwa ruang publik akhirnya menjadi ruang mati, terdistorsi karena bertumpuktumpuknya fungsi dan menyebabkan terjadinya konflik pemanfaatan ruang. Untuk mengatasi persoalantersebut ada beberapa aspek yang dapat digunakan dalam pengembangan ruang publik, yaitu mengembangkan strategi konsep pengembangan ruang terbuka yang humanist, pengembangan peraturan dalam ruang publik, pengembangan pemaknaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan utama pembahasan ini adalah mengembangkan konsep penataan ruang publik yang berdasarkan studi perilaku guna memberikan hak atas ruang bagi pengguna publik ruang baik pengunjung serta pejalan kaki dan menjamin terpenuhinya kebutuhan fisiologis di dalam ruang tersebut untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, kesenangan, kesinambungan, kelengkapan, daya tarik dan yang terpenting adalah untuk menghindari konflik pemanfaatan ruang. Penelitian dilakukan 2 (dua) tahap, yaitu mengembangkan konsep penataan ruang publik berbasis perilaku lingkungan yang menunjukkan adanya indikasi konflik penggunaan ruang dengan pembentukan teritori ruang (tahap I) dan mengembangkan strategi model penataan ruang publik (tahap II), selanjutnya melakukan sosialisasi dan mengembangkan strategi serta model perancangan ruang publik berupa guidelines acuan perancangan untuk di terapkan di ruang publik pada lokasi penelitian dan beberapa ruang publik kota lainnya.