Sesuai dengan tuntutan kurikulum, maka guru seyogyanya melaksanakan pembelajaran tematik terpadu, pendekatan saintifik, dan pendekatan ilmiah lainnya. Penerapan pendekatan pembelajaran tersebut membawa implikasi/ perubahan terhadap mindset guru, proses pembelajaran, buku guru, buku siswa, sistem penilaian, program remedial, pengayaan, serta orang tua dan pemangku kepentingan. Kenyataan di lapangan, guru masih banyak menghadapi kesulitan dan ketidakjelasan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan model pembelajaran Tematik Terpadu. Mereka memerlukan panduan, bimbingan teknis, dan supervise akademik dan supervise klinis yang dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk mengembangan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.Sedangkan metode peletitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Sekolah atau School Action Research (SAR. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan Model Supervisi Klinis dengan memperhatikan langkah-langkah pembelajaran dengan benar serta dilengkapi dengan lembar kerja dan instrument yang diperlukan ternyata dapat meningkatkan aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran tematik terpadu pada siswa kelas I di SDN Banjarsari II Kecamatan Sumberasih Probolinggo Tahun Pelajaran 2017-2018. (2) Terdapat peningkatan yang cukup signifikan antara pelaksanaan supervisi klinis terhadap kompetensi guru dalam pembelajaran Tematik Terpadu pada siswa kelas I di SDN Banjarsari II Kecamatan Sumberasih Probolinggo Tahun Pelajaran 2017-2018. yang ditandai dengan peningkatan capaian dalam setiap siklus, yaitu siklus I (63,89%) dan siklus II (83,33%).