Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendekatan dinamis dalam pengembangan UKM di Kota Ternate Linda Umasugi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.15-23

Abstract

Di dalam mewujudkan Visi pembangunan Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate adalah : “menjadi lembaga pemerintah yang kredibel dan efektif untuk mendinamisasikan pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam rangka meningkatkan produktifitas, daya saing dan kemandirian”. Untuk mewujudkannya maka perlu ditetapkan Misi Pembangunan Perindustrian dan Perdagangan sebagai berikut : 1. Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui perumusan kebijakan; 2. Mengkordinasikan perencanan, pelaksanaan dan pengendalian kebijakan pemberdayaan koperasi dan UMKM. Meningkatkan sinergi dan peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan produktifitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan sampai dengan tahun 2009, jumlah tenaga kerja yang terserap dalam usaha kecil dari berbagai sektor ekonomi di Kota Ternate berjumlah 4.467 tenaga kerja atau 84,60% dari total penyerapan tenaga kerja yang ada di Maluku Utara. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja usaha kecil di Kota Ternate adalah cukup besar adalah terbesar jika dibandingkan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja pada usaha non usaha besar dan menengah. Di dalam implementasinya sendiri lebih ke strategi/program permodalan yaitu memberikan modal bagi usaha kecil dan menengah dengan kreteria pinjaman dari 5 juta-25 juta dan untuk pinjaman lebih dari itu maka pihak dari Dinas Koperasi dan UKM mengarahkannya ke pihak Perbankan. namun program yang belum terlaksana untuk lebih memajukan UKM di Kota Ternate adalah belum terwujudnya UKM trade center yang nantinya dipakai sebagai tempat pameran dan pemasaran dari hasil-hasil UKM itu sendiri.  Program permodalan bagi usaha kecil dan menengah tersebut terlaksana karena adanya dana dari PEMDA Kota Ternate sekitar 1 M lebih dan dana dari pemerintah pusat berupa dana Hibah untuk koperasi pemuda dan wanita serta dari lembaga penyaluran dana bergulir pada tahun 2008 untuk koperasi dan UKM.
Pemetaan Kawasan Sentra Produksi bagi UMKM di Kota Ternate Umasugi, Linda
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.43-48

Abstract

Suatu wilayah/kawasan yang sukses dalam industrinya adalah yang mampu menciptakan dan mengembangkan faktor creation yang dibutuhkan sesui dengan potensinya, dan wilayah itu akan memiliki keunggulan daya saing dalam menciptakan faktor-faktor produksi yang terspesialisasi (specialized factor) dan sangat tergantung pada: (a) Kondisi permintaan lokal, (b) Keberadaan industri dan pendukung industri terkait, (c) Tujuan perusahaan dan karakteristik persaingan, Oleh karena itu Pemetaan Kawasan Sentra Produksi (P-KSP) merupakan salah satu bentuk pemetaan sentra produksi untuk sektor strategis yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan nilai tambah yang diikuti peningkatan produksi pada sentra-sentra produksi dari sub sektor pertanian tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor kehutanan, subsektor perikanan dan subsektor peternakan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang relevan. Tujuan pada penelitian ini adalah Mengidentifikasi komoditas unggulan dari setiap sub sektor untuk dikembangkan menjadi suatu Kawasan sentra produksi, Mengidentifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk dikembangkan menjadi sentra-sentra produksi, Melakukan pemetaan kawasan sentra produksi yang bermanfaat untuk pengembangan UKM di Provinsi Maluku Utara sebagai kegiatan usaha untuk peningkatan nilai tambah produk primer yang dihasilkan, Menganalisis daya dukung sumberdaya dalam pengembangan UMKM di Provinsi Maluku Utara, dan Menganalisis Strategi Pengembangan UMKM dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut) (Studi Kasus Pada PT. Gailolo Coco Industri di Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara) Lakamisi, Haryati; Umasugi, Linda
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.49-52

Abstract

Kelapa merupakan salah satu penghasil bahan makanan yang sangat penting dalam kehidupan rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa 75% dari minyak nabati dan 8% dari konsumsi protein bersumber dari kelapa. Salah satu hasil dari bagian kelapa yaitu daging kelapa dapat dimanfaatkan sebagai kelapa parut kering (desiccated coconut).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan kelapa parut kering pada PT.Gailolo Coco IndustridiDesa Luari Kecamatan Tobelo Utara dengan menggunakan kriteria investasi.Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pengolahan kelapaparut kering pada PT.Gailolo Coco Industrilayak dan menguntungkan dengan nilai NPV yang positif, sebesar Rp.4,602,431,497.25; nilai Net B/C ratio sebesar 2,91; nilai IRR sebesar 68% atau lebih besar dari suku bunga bank yang berlaku saat ini yaitu 9%; serta nilai  PBP yaitu 7 Bulan 15 Hari.