Junaidi Junaidi
STAI YASBA Kalianda Lampung Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menghindari Konflik Berkomunikasi: Analisis Kebahasaan, Ilmu Komnukasi dan Kewarganegaraan dalam Kasus Ibu Kota Negara Baru yang Disebutkan “Tempat Jin Buang Anak” Junaidi Junaidi
KONTEKSTUAL : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jik.v1i1.2608

Abstract

YouTuber Edy Mulyadi dilaporkan ke polisi karena menyebutkan Kalimantan Timur yang akan menjadiIbu Kota Negara baru sebagai tempat “Jin Buang Anak”. Pencemaran nama baik, diperdebatkan seiringberprosesnya kasus ini pada penegak hukum. Tidak mengherankan kasus ini menyita perhatian banyak pihak,dan penting pula untuk diteliti karena menyangkut masa depan bangsa dan negara yang Bhinega Tunggal Ika.Perlu kesepahaman, dan mencari solusi atas konflik komunikasi ini. Dengan analisis kualitatif deskriptif fakta-fakta pemberitaan, dikaitkan Ketatabahasaan, Ilmu Komunikasi dan Kewarganegaraan, kasus ini sesungguhnyatidak perlu terjadi dan memunculkan implikasi lain, jika komunikator mencermati hambatan-hambatanberkomunikasi, sehingga komunikan bisa mengartikan sama apa yang dikomunikasi komunikator berupa pesan.Hambatan sosiologis, psikologis, semantik, mekanis, terlebih antrologis, mestinya jauh-jauh waktu sudahdicermati komunikator, sehingga bisa merancang pesan dengan sebaik mungkin. Jikapun akhirnya fenomenakomunikasi massa ini menjadi konflik berujung kasus hukum, tentu tidak hanya bisa diselesaikan dengan jalurproses hukum, tetapi dimungkinkan pula dengan introspeksi para pihak terlibat, konsolidasi, kompromi,negosiasi, mediasi, ataupun musyawarah untuk mufakat.