Lisa Imroatus Sholikhah
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA ASUH ORANGTUA MENYIKAPI PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA ANAK USIA DINI Lisa Imroatus Sholikhah
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 8, No 1 (2023): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v8i1.6915

Abstract

Aktivitas anak usia dini bergantung pada sikap orangtua melalui penerapan pola asuh. Termasuk pola asuh orangtua menyikapi penggunaan smartphone pada anak. Penggunaan smartphone menyebabkan berkurangnya minat sosial pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui penggunaan smartphone pada anak usia dini, pola asuh yang diterapkan orangtua, dan dampak penggunaan smartphone. Metode penelitian yang digunakan adalah  kualitatif jenis fenomenologi. Dalam penelitian kualitatif, hasil tidak diperoleh dan disajikan melalui prosedur statistik, hitungan, atau berbentuk angka, melainkan melalui proses pengamatan dan analisis yang dijelaskan secara deskriptif. Jenis fenomenologi digunakan untuk mengungkap kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan smartphone pada anak usia dini adalah 3-4 jam per hari. Smartphone digunakan untuk menonton youtube, tiktok, dan bermain game. Orangtua menerapkan pola asuh permisif dan demokratis dalam menyikapi penggunaan smartphone pada anak usia dini. Alasan diberikan smartphone pada anak guna memudahkan pengasuhan. Anak tidak mengganggu aktivitas orangtua saat bermain smartphone. Dampak positif penggunaan smartphone pada anak usia dini adalah memperluas pengetahuan anak, meningkatnya kreativitas, dan kemampuan bahasa inggris. Sedangkan dampak negatifnya adalah kecanduan, minat sosial anak rendah, dan berpotensi menonton tayangan yang tidak mendidik.