Sekar Arum Pramudita
Universitas Kristen Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MASKULINITAS DI LUAR NORMA: VISUALISASI PERFORMATIVITAS GENDER DALAM FILM “BEBAS” KARYA RIRI RIZA Sekar Arum Pramudita; Formas Juitan Lase
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9308

Abstract

Representasi laki-laki feminin masih berada dalam pertentangan antara penerimaan dan penolakan sosial. Feminitas pada laki-laki kerap dianggap “menyimpang” dari norma maskulinitas dominan sehingga memunculkan stigma, stereotip, dan diskriminasi. Karakter Jojo dalam film “Bebas” menjadi menarik untuk dikaji karena menampilkan ekspresi feminitas yang menonjol dalam berbagai interaksi sosial. Menggunakan teori performativitas gender dan teknik analisis mutimodalitas, artikel ini menganalisis bagaimana feminitas pada laki-laki ditampilkan dalam film serta bagaimana ekspresi tersebut ditempatkan dalam tatanan sosial yang berlaku di masyarakat. Analisis dilakukan terhadap unsur visual dan verbal pada adegan-adegan terpilih untuk mengidentifikasi praktik, makna, dan relasi sosial yang membentuk representasi gender karakter Jojo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performativitas gender Jojo direpresentasikan melalui berbagai ekspresi yang secara kultural diasosiasikan dengan feminitas dan dimaknai melalui respons, penilaian, serta pelabelan yang diterimanya dari karakter lain. Temuan juga menunjukkan bahwa feminitas Jojo tidak diposisikan sebagai sifat bawaan, melainkan sebagai hasil dari pengulangan tindakan dan pemaknaan sosial yang terus berlangsung. Film juga menampilkan berbagai regulasi sosial yang mengarahkan ekspresi gender non-konvensional agar sesuai dengan standar maskulinitas yang dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa film “Bebas” menghadirkan pandangan yang penuh ketidakpastian terhadap gender non-konvensional: ruang bagi ekspresi gender alternatif dibuka, tetapi tetap dibatasi oleh kuatnya pengaruh matriks heteroseksual dan norma maskulinitas dominan. Hasil penelitian ini memperkaya kajian representasi gender dalam film Indonesia dengan menunjukkan bagaimana penerimaan dan penolakan terhadap laki-laki feminin dinegosiasikan melalui representasi media.