Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Penerapan K3 Pada Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Di Kecamatan Lease, Kabupaten Maluku Tengah Delvia Rimesye Apalem
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 2 (2024): multi science and knowlegde
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of building a construction project is an activity that has many potential hazards. Construction work is often a major contributor to high occupational accidents, due to the many incidents that harm various parties, especially the workforce involved. This study aims to analyze the application of occupational health and safety in the Coast Guard Construction Project, as well as to identify the relationship between factors that affect occupational safety and health. In addition, this study also aims to determine which factors are most influential on the application of occupational safety and health in coastal safety construction projects on Lease Island, Central Maluku Regency. The data analysis method used is multiple linear regression, with the aim of observing the relationship between variables and seeing the extent of the influence of the independent variable on the dependent variable, including productivity. Based on the results of research and analysis using the SPSS Version 26.00 program, it can be concluded that the application of OHS in the project needs to be implemented properly and followed up in the maintenance of work equipment. In addition, it is necessary to control the equipment periodically and prepare adequate supporting facilities so that it can be used in accordance with its function. The relationship between labor and productivity levels showed a value of r = 0.560, while the partial correlation between occupational safety and productivity levels obtained a value of r = 0.977. For occupational health and productivity levels, the correlation value is r = 0.550.
Pelatihan Mitigasi Bencana Gempabumi Bagi Siswa-Siswi SD Negeri 2 Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya Delvia Rimesye Apalem; Rudi Serang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sangat rentan gempabumi karena secara geologis Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng yang terus bergerak yakni lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia, pertemuan tiga lempeng ini yang menjadi pemicu terjadinya gempabumi dengan potensi yang cukup tinggi. Gempabumi yang terjadi dengan skala yang besar bisa menyebabkan banyak kerugian karena manusia tidak bisa memprediksi kapan gempabumi terjadi, namun kerugian/kerusakan bisa di minimalisir dengan mempelajari cara penanggulangan bencana sejak dini. Karena dampak yang dirasakan pasca gempa tidak hanya secara pribadi tapi juga kelompok seperti terjadinya kerugian seperti infrastruktur yang rusak, hancurnya fasilitas umum yang vital lainnya. Sosialisasi mitigasi pada anak Sekolah Dasar penting untuk dilakukan sejak dini agar para siswa/siswi mengetahui cara penanggulangan bencana gempabumi. Kegiatan ini di laksanakan dengan metode ceramah dan simulasi beberapa kejadian bencana geologi
Implementasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir Pada Siswa SMP Negeri 2 P.P Terselatan Delvia Rimesye Apalem; Rudi Serang; Willem Gaspersz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi yang di pengaruhi oleh curah hujan yang tinggi dan faktor lingkungan. Maluku merupakan salah satu daerah yang sering terjadi banjir dengan intensitas curah hujan 200mm yang di mulai bulan mei sampai bulan agustus. Hal ini menunjukkan perlu adanya pengetahuan tentang bencana dan pengurangan risiko bencana sejak dini pada anak untuk dapat memberikan pemahaman dan pengarahan langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadinya suatu ancaman bencana yang ada disekitar mereka selain itu untuk mengurangi korban. Kegiatan ini di laksanakan dengan metode ceramah dan simulasi.