Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kedelai Di Papua: Potensi Lahan, Strategi Pengembangan, Dan Dukungan Kebijakan Garuda, Siti Raodah; Baliadi, Yuliantoro; Lestari, Martina S.
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v36n1.2017.p47-58

Abstract

ABSTRACTSoybean is one of startegies and important food crops in Indonesia. Soybean products are used for human consumption, animal feed, and a variety of non-food consumer and industrial products. They are considered a complete source of plant base protein because all of the essential amino acids are supplied. Soybean can be grown in a wide variety of soil and climate. More than 60% of Indonesia’s soybean consumption still needs to be imported from a broad in case of Papua, about 25% soybean demands is originated from Java island. To meet the needs that important to enhance domestic soybean production. There foreadditional plantations will have to be develop outside Java island such as Papua. Papua hasmany assets favouring soybean growing. Notable  among these are significan 2,75 million ha land area. A highly favorable climate with abundant rainfall, farmers with ample know-how, availability high yielding varieties, existing market potential and a satisfactory economic and government institutional support. In the utilization of land farmer’s need to get coaching and accompanied by an intensively both in land preparation, cultivating maintenance harvesting and post-harvesting by agricultural extension by implementing a specific technology innovation particularly good or sertified seeds of high yielding adapted soybean variety. In line with those, the strategy priorties are development of a seed sector, rehabilitation of all the site previously developed for food crops growing areas, agricultural advice, mechanization at production and technology transfer, support for processing and marketing local price.Key words : Land potential, Papua, production, soybean, strategyABSTRAKKedelai adalah salah satu tanaman pangan yang startegis dan penting di Indonesia. Produk kedelai digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, dan berbagai produk olahan dan produk industri. Kedelai merupakan sumber protein nabati lengkap karena semua asam amino esensial yang terkandung didalamnya. Kedelai dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah dan iklim. Lebih dari 60% dari konsumsi kedelai di Indonesia masih perlu diimpor dari luar negeri. Di Papua, sekitar 25% kebutuhan kedelai didatangkan dari pulau Jawa. Memenuhi kebutuhan kedelai tersebut yang terpenting adalah meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Oleh karena itu peningkatan budidaya kedelai perlu dikembangkan di luar pulau Jawa seperti Papua. Papua memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan kedelai. Adanya potensi lahan sekitar 2,75 juta ha, iklim yang sangat menguntungkan dengan curah hujan yang melimpah, tingkat pengetahuan petani yang cukup, ketersediaan varietas unggul, potensi pasar yang menjanjikan, kepuasan ekonomi dan dukungan lembaga pemerintah. Dalam pemanfaatan lahan, petani membutuhkan pembinaan dan pendampingan yang intensif mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen oleh penyuluh pertanian dengan menerapkan inovasi teknologi spesifik lokasi, khususnya benih yang baik atau bersertifikat dari varietas kedelai yang memiliki adaptasi yang tinggi. Sejalan dengan itu, strategi prioritas adalah juga pengembangan melalui sektor perbenihan, perbaikan lahan pengembangan  tanaman pangan terlantar, perluasaan areal tanam, mekanisasi produksi dan transfer teknologi untuk mendukung proses produksi dan pemasaran. Kata kunci : Potensi lahan, Papua, produksi, kedelai, strategi.
STABILITAS HASIL DAN ADAPTABILITAS GENOTIPE JAGUNG HIBRIDA TOLERAN KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE ADDITIVE MAIN EFFECT MULTIPLICATIVE INTERACTION (AMMI) Djufry, Fadjry; Lestari, Martina S.
Informatika Pertanian Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.673 KB) | DOI: 10.21082/ip.v21n2.2012.p89-94

Abstract

INDONESIA Provinsi Papua memiliki potensi lahan pertanian cukup luas yang tersebar di 20 kabupaten. Sentra pengembangan pertanian khususnya komoditi jagung banyak dibudidayakan di lahan dataran rendah beriklim kering di kabupaten Keerom, Jayapura dan Merauke. Komoditi jagung hibrida banyak diusahakan pada agroekosistem yang beragam sehingga diperlukan varietas yang dapat beradaptasi luas pada berbagai lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menilai stabilitas hasil dan adaptabilitas 9 galur harapan jagung hibrida dan 3 varietas pembanding di 3 lokasi di Papua. Penelitian dilaksanakan mulai April - September 2010 di 3 sentra produksi jagung yaitu Kabupaten Jayapura (Nimbokrang), Kabupaten Keerom (Arso) dan Kota Jayapura (Koya Barat). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok disetiap lokasi percobaan dengan 12 perlakuan, dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Selanjutnya dianalisis menggunakanadditive main effects and multiplicative interaction (AMMI) untuk mengetahui stabilitas hasil dan adaptabilitas setiap galur. Bahan penelitian terdiri atas 9 galur harapan jagung hibrida yaitu G1001, G1002, G1003, G1004, G1005, G1006, G1007, G1008, G1009, dan 3 varietas pembanding yaitu Makmur 4, AS1, dan Bima 4. Setiap galur ditanam pada petak berukuran 3,75 m x 4 m, dengan jarak tanam 75 cm x 45 cm dan 1 tanaman perumpun. Stabilitas dan adaptabilitas galur-galur yang diuji dihitung dengan metode analisis AMMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kisaran hasil 9 galur yang diuji adalah 4.00 – 7.44 t/ha dengan rataan 5.86 t/ha. Hasil tertinggi dimiliki galur G1006 (7.44 t/ha). Hasil analisis gabungan memperlihatkan bahwa, lokasi, galur dan interaksinya sangat nyata untuk hasil biji. Penggunaan model AMMI menunjukan bahwa Galur G1002, G1003, G1008 dan Galur G1009 teridentifikasi sebagai galur stabil pada tiga lokasi uji (beradaptasi luas). Galur G1006 beradaptasi spesifik untuk lokasi Arso, G1005 spesifik untuk lokasi Nimbokrang dan galur G1007 untuk spesifik lokasi Koya Barat, dan Galur G1009 berpeluang diusulkan sebagai varietas unggul jagung hibrida berdaya hasil tinggi.INGGRISÂ