Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Numerasi Siswa Berdasarkan Tingkat Kecemasan Matematis Seftyana Ayu Susanti; Mega Teguh Budiarto; Rini Setianingsih
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2023.8.1.18-32

Abstract

The descriptive study analyzed the skills of vocational school students with low, medium, and high levels of mathematical anxiety in terms of their problem-solving abilities. It used a qualitative approach to examine the various mathematical content strands and scientific contexts of the learners. Its findings were based on the notion of the problem-solving stage by Polya, Newman,  as well as Krulik and Rudnik. The data collected during the study was gathered through a written test, which involved asking the participants to complete a questionnaire about their mathematical anxiety levels before they were asked to solve numeracy problems. The results of the study revealed that students with high levels of anxiety were more prone to experiencing problems with problem-solving. The findings of this study are valuable to mathematics educators and researchers. It is also expected to contribute to the development of effective problem-solving strategies for students.
Studi Literatur: Analisis Pentingnya Kemampuan Numerasi dalam Mendukung Pemecahan Masalah Matematis Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Cakrawala: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/qf7npf23

Abstract

Numerasi merupakan keterampilan hidup mendasar yang penting, yang bukan hanya membantu seseorang dalam memecahkan masalah matematika saja tetapi juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pemecahan masalah matematis menjadi bentuk pengaplikasian matematika dalam permasalahan nyata serta menunjukkan bentuk kegunaan matematika dalam kehidupan. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literatur yaitu dengan melakukan review pada beberapa artikel dengan topik relevan yang diperoleh dari beberapa jurnal dengan tujuan untuk menganalisis pentingnya kemampuan numerasi dalam mendukung pemecahan masalah numerasi. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari review beberapa artikel diketahui bahwa terdapat hubungan positif antara kemampuan numerasi dengan pemecahan masalah matematis sehingga kemampuan numerasi penting sebagai upaya mendukung pemecahan masalah matematis. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi guru agar terus meningkatkan kemampuan numerasi dan pemecahan masalah matematis siswa, serta bagi pemerintah untuk terus memfasilitasi segala upaya peningkatan kemampuan numerasi siswa Indonesia yang berdasarkan penilaian PISA masih berada di peringkat bawah agar bisa naik dan dapat bersaing secara global.   
Analisis Kesalahan Calon Guru MI dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Jenis Kelamin Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Cakrawala: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/02hapf16

Abstract

Kesalahan dalam penyelesaian masalah matematika merupakan persoalan penting yang harus segera diatasi khususnya bagi seorang calon guru matematika. Teori Kastolan menjelaskan bahwa kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika terdiri atas kesalahan konseptual, prosedural, dan teknik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesalahan calon guru MI dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Kastolan dengan ditinjau dari jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tugas penyelesaian masalah matematika dan wawancara. Tekniuk analisis data yang dilakukan meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa calon guru MI dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan mengalami kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Kastolan. Berdasarkan hasil tersebut, perlu mendapatkan perhatian bagi seluruh calon guru MI maupun bidang matematika lainnya untuk mewaspadai adanya kesalahan dalam penyelesaian masalah matematika agar calon siswa memperoleh pemahaman konsep yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Aljabar Siswa Berdasarkan Persepsi Matematika Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Cakrawala: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/0sjvbn74

Abstract

Matematika adalah ilmu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat banyak konsep yang wajib dikuasai siswa dalam mempelajari matematika salah satunya aljabar. Namun keberadaan matematika hingga saat ini masih menjadi momok bagi siswa yang salah satunya disebabkan karena persepsi siswa terhadap matematika itu sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan penyelesaian soal aljabar siswa berdasarkan kategori persepsi matematika yaitu persepsi negatif dan positif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes penyelesaian soal aljabar dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa kemampuan penyelesaian soal oleh siswa dengan masing-masing kategori persepsi matematis berbeda-beda. Siswa dengan persepsi matematis negatif cenderung gagal atau belum berhasil dalam memahami konsep aljabar dengan tepat dibandingkan siswa dengan persepsi matematika positif. Hasil ini dapat digunakan sebagai rujukan guru bahwa penting untuk mengondisikan persepsi siswa terhadap matematika agar mempengaruhi motivasi dan minat belajar siswa tersebut terhadap matematika.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Numerasi Siswa Berdasarkan Tingkat Kecemasan Matematis Susanti, Seftyana Ayu; Budiarto, Mega Teguh; Setianingsih, Rini
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2023.8.1.18-32

Abstract

The descriptive study analyzed the skills of vocational school students with low, medium, and high levels of mathematical anxiety in terms of their problem-solving abilities. It used a qualitative approach to examine the various mathematical content strands and scientific contexts of the learners. Its findings were based on the notion of the problem-solving stage by Polya, Newman,  as well as Krulik and Rudnik. The data collected during the study was gathered through a written test, which involved asking the participants to complete a questionnaire about their mathematical anxiety levels before they were asked to solve numeracy problems. The results of the study revealed that students with high levels of anxiety were more prone to experiencing problems with problem-solving. The findings of this study are valuable to mathematics educators and researchers. It is also expected to contribute to the development of effective problem-solving strategies for students.
ETNOMATEMATIKA BATIK JONEGOROAN DITINJAU DARI ASPEK LITERASI MATEMATIS Susanti, Seftyana Ayu; Budiarto, Mega Teguh
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v8i2.3092

Abstract

Mathematical literacy and ethnomatematics are two main ideas to determine the role of mathematics in everyday life. Mathematical literacy is an idea that focuses on mathematical and social requirements that can reflect a person's competence in mathematics, while ethno-mathematics emphasizes the competence of people developed in different cultural groups in everyday life. This research focuses on the Jonegoroan batik culture (batik typical of Bojonegoro Regency) because no previous researchers have studied it, especially about ethno-mathematics and mathematical literacy. The purpose of this study was to describe the ethnomatematic form of Jonegoroan batik in terms of mathematical literacy aspects, namely aspects of the content, context, and mathematical processes. This type of research is qualitative research with an ethnographic approach. Data collection was carried out by means of participant observation and interviews. The instruments used were observation sheets, interview guidelines, and research note sheets. The data analysis technique used triangulation. The results of this study indicate that based on ethnomatematic studies on Jonegoroan batik, several mathematical concepts can be found, namely the concept of geometric transformation, two-dimentional figure, and graphs of trigonometric functions. Based on these studies, the activities carried out by Jonegoroan batik craftsmen fulfill the aspects of mathematical literacy. Thus, Jonegoroan batik can be used as a medium for learning mathematics.
Proses Pemecahan Masalah Numerasi Calon Guru MI pada Konten Geometri dan Pengukuran Ditinjau Berdasarkan Tingkat Kemampuan Matematis Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Cakrawala: Jurna Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/xj61z626

Abstract

Numeracy problems are challenging non-routine tasks presented in the form of story problems using real situations in everyday life related to a particular context and cannot be solved with existing procedures. The process of solving numeracy problems will differ from one student to another, which can be influenced by several factors, one of which is the level of mathematical ability. This study is a descriptive study with a qualitative approach that aims to describe the numeracy problem-solving process of prospective MI teachers based on the level of mathematical ability grouped into high and low levels of mathematical ability. The subjects in this study were two female students with high and low levels of mathematical anxiety. Data collection was carried out in writing using numeracy problem-solving tasks and interviews. The results of this study indicate that students from each category of mathematical ability levels in carrying out the numeracy problem-solving process fulfill each indicator of the problem-solving process used in this study.
Pelatihan Penguatan Kemampuan Numerasi Domain Aljabar pada Guru SD Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pengabdian Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Solusi: Jurnal Pengabdian Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/ct38mm80

Abstract

Numeracy is an important skill that students must have to a meaningful life. Numeracy is defined as the ability to process, communicate, and interpret numerical information in various contexts that involve the use of mathematical concepts to achieve several goals in certain contexts in everyday life problems. One of the domains in numeracy assessment is algebra. Algebra is a branch of mathematics that uses symbols (variables) and operating rules to manipulate mathematical expressions and solve equations. Algebra is a material that many students dislike because of its complexity. The importance of algebra in learning mathematics requires students to study it from elementary school and continue to higher education with a more complex level of difficulty. For this reason, it is important for elementary school teachers to have algebraic domain numeracy skills in order to be able to maximally accompany students in their learning. So that this training aims to provide reinforcement of algebraic domain numeracy skills both in terms of understanding the theory and compiling AKM model questions for elementary school teachers as provisions in teaching it to students. Numerasi adalah kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa untuk mendapatkan kehidupan yang bermakna. Numerasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk memproses, berkomunikasi, dan menafsirkan informasi numerik dalam berbagai konteks yang melibatkan penggunaan konsep matematika untuk mencapai beberapa tujuan dalam konteks tertentu dalam permasalahan di kehidupan sehari-hari. Salah satu domain dalam penilaian numerasi adalah aljabar. Aljabar merupakan cabang matematika yang menggunakan simbol (variabel) dan aturan operasi untuk memanipulasi ekspresi matematika dan menyelesaikan persamaan. Aljabar menjadi materi yang banyak tidak disukai oleh siswa karena kerumitannya. Pentingnya aljabar dalam pembelajaran matematika mengharuskan siswa mempelajarinya sejak bangku sekolah dasar dan terus berlanjut hingga pendidikan yang lebih tinggi dengan tingkat kesulitan yang lebih kompleks. Untuk itu, penting bagi guru SD memiliki kemampuan numerasi domain aljabar agar dapat secara maksimal membersamai siswa dalam belajarnya. Sehingga adanya pelatihan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kemampuan numerasi domain aljabar baik secara pemahaman teori hingga penyusunan soal-soal model AKM pada guru SD sebagai bekal dalam mengajarkannya kepada siswa.  
Eksplorasi Strategi Guru dalam Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Seftyana Ayu Susanti
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Cakrawala: Jurna Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/0aq3e591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan literasi numerasi meliputi: (1) penggunaan pembelajaran kontekstual, (2) pemanfaatan media dan alat peraga konkret, (3) penerapan pembelajaran aktif dan partisipatif, (4) pemberian soal berbasis masalah, dan (5) pembiasaan literasi numerasi dalam kegiatan pembelajaran. Strategi-strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah numerasi. Adapun kendala dalam implementasinya seperti perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, dan minimnya sarana pendukung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan praktik pembelajaran numerasi di Madrasah Ibtidaiyah, khususnya dalam merancang strategi pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berpusat pada siswa.