Ismail
Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM STANDAR KECAKAPAN UBUDIYAH-AKHLAKUL KARIMAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA: STUDI KUALITATIF DI MIN 3 PACITAN Wahyu Dwi Handayani; Ismail
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/gftv9n04

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik adalah tantangan utama pada pendidikan terkini di tengah arus globalisasi serta ancaman degradasi moral. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) tiga Pacitan merespon tantangan tersebut dengan mengimplementasikan program standar Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program SKUA yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi, dan dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian program SKUA di MIN 3 Pacitan menunjukan serangkaian pelaksanaan pembiasaan harian yang terstruktur, seperti penyambutan peserta didik di depan pintu gerbang sekolah, sholat dhuha serta sholat dzuhur berjamaah, pembacaan Asma'ul Husna, menghafal do’a sehari-hari sebelum pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan pembelajaran Al-Qur'an dengan metode Ummi. Evaluasi dilakukan setiap akhir semester melalui penilaian praktik ibadah, hafalan, dan pengamatan adab yang dilaporkan pada orang tua dalam raport khusus SKUA. Implementasi program ini efektif dalam menjadikan karakter Islami peserta didik, 
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM PENGUATAN KESEHATAN MENTAL SISWA : STUDI KASUS DI MIM NGLARAN I Risma Mega Utami; Ismail
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/qeggav28

Abstract

Abstract: Indications of suboptimal mental health of students at MIM Nglaran I and the lack of systematic integration of spiritual values ​​into learning are the background of this research. Students show a tendency to experience anxiety, stress, difficulty managing emotions, and aggressive behavior in social interactions. This study aims to analyze the implementation of Aqidah Akhlak learning in strengthening mental health, identify the strategies implemented, and understand their contribution to emotional regulation and psychological resilience of students. This study used a descriptive qualitative approach with a case study design. Subjects included sixth-grade students, Aqidah Akhlak teachers, and the madrasah principal. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through reduction, presentation, and drawing conclusions with triangulation to ensure validity. The results indicate that teacher role models, religious habits, and religious activities contribute to increased self-confidence, emotional regulation, empathy, and the ability to manage anxiety. However, their effectiveness is influenced by the consistency of implementation and support from the school. Abstrak: Indikasi kurang optimalnya kesehatan mental siswa di MIM Nglaran I serta belum terintegrasinya nilai-nilai spiritual secara sistematis dalam pembelajaran menjadi latar belakang penelitian ini. Siswa menunjukkan kecenderungan mengalami kecemasan, stres, kesulitan mengelola emosi, dan perilaku agresif dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Aqidah Akhlak dalam penguatan kesehatan mental, mengidentifikasi strategi yang diterapkan, serta memahami kontribusinya terhadap regulasi emosi dan ketahanan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek meliputi siswa kelas VI, guru Aqidah Akhlak, dan kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan. Hasil menunjukkan bahwa keteladanan guru, pembiasaan religius, dan kegiatan keagamaan berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri, regulasi emosi, empati, serta kemampuan mengelola kecemasan. Namun, efektivitasnya dipengaruhi konsistensi pelaksanaan dan dukungan dari sekolah.