Kebakaran merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki oleh manusia. Hal ini mengarah kepada pentingnya menjaga suatu ruangan dari bahaya kebakaran yang berakibat fatal,yang mana kejadian ini dapat terjadi tidak mengenal tempat dan waktu, bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Kebakaran dapat mengakibatkan kerugian material atau kerugian korban jiwa. Dari riset data yang diambil dari Dinas Kebakaran Kota Kendari menyebutkan selama Januari hingga akhir Maret 2022 menangani sedikitnya 16 kasus kebakaran dengan berbagai penyebab. Umumnya kasus kejadian kebakaran diketahui oleh pemilik atau masyarakat saat kondisi api sudah mulai membesar, asap hitam yang keluar dari suatu bangunan atau gedung, ataupun terjadi ledakan dan akhirnya dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bahkan memberikan dampak trauma psikologis bagi korbannya. Untuk itu di perlukan alat yang bisa mendeteksi kebarakaran api, asap dan suhu lingkungan. Perancangan alat pendeteksi kebakaran ini adalah rancangan sistem yang terhubung melalui jaringan internet dan dapat memberikan informasi jika terjadi adanya indikasi kebakaran kepada pihak terkait melalui Monitoring yang diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran dalam skala besar. Alat pendeteksi kebakaran ini menggunakan mikrokontroler yang sudah di lengkapi dengan beberapa sensor yaitu dengan DHT11, Flame sensor dan MQ-2. Jika Flame sensor terdeteksi adanya api maka alarm Buzzer akan berbunyi. Jika MQ-2 mendeteksi adanya asap dengan kepadatan melebihi angka 150 ppm maka dihalaman monitoring akan menampilkan angka yang sama dan akurat.