Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Redeeming Ulos Batak through Christian Religious Education and its Implications Roedy Silitonga; Dirk Roy Kolibu
ENDLESS: INTERNATIONAL JOURNAL OF FUTURE STUDIES Vol. 6 No. 3 (2023): ENDLESS: International Journal of Future Studies
Publisher : Global Writing Academica Researching & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/endlessjournal.v6i3.197

Abstract

Ulos is a local cultural product of the Batak community worn during every traditional ceremony. However, since the preaching of the Christian Gospel in the late 18th century in Tapanuli, North Sumatra, Indonesia, the presence of Christianity has grown rapidly and influenced the social and cultural life of the Batak people, especially in the use of ulos. Initially, the use of ulos was not considered problematic, but later, with the arrival of various Christian denominations that had different beliefs from what was taught in the church before, conflicts arose. The purpose of this research is to examine how the use of ulos has caused conflicts with Christianity. This article uses a qualitative approach with descriptive analysis and synthesis of thoughts on the relationship between Christianity and culture. The instruments used for analysis and synthesis include literature studies, observations, and interviews with Batak cultural figures. The main findings are as follows: first, positioning ulos as a traditional weaving that can be used as a unique form of local wisdom; second, using ulos within the framework of building socio-cultural relations for the Batak people and other ethnic groups; third, creating and using ulos as an example of teaching material for the redemption of local culture in a contemporary context. The analysis and synthesis results recommended by the author regarding the use of ulos as one of the teaching materials in the Christian Religious Education curriculum for the cultivation of local wisdom values for church congregants and students in schools.
Model Pendidikan Agama Kristen Bagi Anak Yang Di Titipkan Orangtua Victoria Henderina Bathun; Dirk Roy Kolibu
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i2.7333

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan perilaku anak, terutama ketika diterapkan dalam konteks keluarga. Dalam keluarga Kristen, orangtua menjadi pendidik utama bagi anak melalui pengasuhan dan interaksi dengan anak dalam rangka internalisasi ajaran kristiani yang membentuk karakter anak. Kenyataanya, banyak orangtua (suami-istri) yang bekerja diluar rumah. Karenanya pilihan untuk menitipkan anak kepada anggota keluarga lain seperti kakek- Nenek, baby Sitter, ataupun keluarga lain menjadi pilihan bagi orangtua agar anak tetap diasuh dan dirawat selama orangtua bekerja. Namun apakah selama diasuh oleh anggota keluarga lain, proses internalisasi nilai-nilai dalam rangka pembentukan karakter anak berlangsung seperti yang dilakukan oleh orangtua kepada anak. Hal inilah yang diteliti dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Literatur review dan observasi. Hasilnya menunjukan terdapat tantangan dalam model pendidikan agama Kristen yang dilakukan oleh anggota keluarga lain kepada anak, diantaranya. Disinilah diperlukan kesadaran dari orangtua agar menetapkan komitmen bersama pengasuh sementara tentang isi pendidikan Kristen dan metode pendidikan agama Kristen yang digunakan orangtua dengan pengasuh sementara agar anak tidak mengalami didikan ganda yang berakibat pada kebingungan dalam proses mencerna didikan yang diberikan kepadanya. Komitmen berikutnya dari orangtua yakni tetap menempatkan diri sebagai pendidik utama bagi anak dan adanya kontrol orangtua atas isi didikan dan metode yang dipakai pengasuh sementara kepada anak agar tidak berdampak buruk bagi anak dalam pembentukan karakter anak.