Achmad Tantowi Azis
STKIP PGRI Nganjuk

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Biografi Bermuatan Nilai-Nilai Nasionalisme Bagi Siswa Kelas VIII MTs Al Amin Ngetos Kabupaten Nganjuk Achmad Tantowi Azis
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.33

Abstract

Buku pengayaan menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme sebagai pendamping buku teks pelajaran dirasa penting. Hal tersebut dikarenakan buku pengayaan menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme dapat mempermudah siswa dalam memahami materi biografi, dan diharapkan siswa mampu menulis teks teks biografi sesuai dengan struktur teks biografi. Adapun pengintegrasian nilai-nilai nasionalisme dalam pengembangan buku pengayaan ini dimaksudkan agar siswa mampu meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, serta mampu mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Buku pengayaan menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme bagi siswa kelas VIII MTS Al Amin Ngetos, Kabupaten Nganjuk dinyatakan efektif guna membimbing siswa dalam menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme.
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Dalam Komunikasi Melalui Media Sosial Whatsapp Sebagai Upaya Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Achmad Tantowi Azis
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dalam komunikasi melalui media sosial whatsapp yang dilakukan mahasiswa. Salah satu tanda penggunaan bahasa Indonesia yang baik adalah mahasiswa dapat bertutur secara santun dengan memerhatikan situasi dan kondisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Dalam penelitian ini, ditemukan mahasiswa dapat bertutur santun di dalam media sosial whatsapp kepada dosen. Kesantunan ini ditandai dengan mengucapkan salam atau penggunaan maaf di awal pesan, penggunaan bentuk hormat seperti panggilan Bapak, Pak, dan adanya campur kode berupa penggunaan bentuk bahasa jawa krama.
Kemandirian Belajar Mahasiswa Program Studi PPKN STKIP PGRI Nganjuk Melalui Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi COVID-19 Achmad Tantowi Azis
Dharma Pendidikan Vol 15 No 2 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i2.92

Abstract

Masa Pademi covid-19 telah mengubah paradigma pembelajaran secara konvensional menjadi pembelajaran jarak jauh melalui pembelajaran daring. Pembelajaran secara daring adalah salah satu alternatif sebagai solusi mengatasi Pandemi Covid-19. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran daring pada program studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk sebagai upaya menekan penyebaran covid-19 di Perguruan Tinggi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PPKn STKIP PGRI Nganjuk. Data dikumpulkan dengan wawancara melalui aplikasi zoom meeting. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mahasiswa telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan untuk mengikuti pembelajaran daring; (2) pembelajaran daring memiliki fleksibilitas dalam pelaksanaannya dan mampu mendorong munculnya kemandirian belajar dan motivasi untuk lebih aktif dalam belajar; dan (3) pembelajaran jarak jauh mendorong munculnya perilaku social distancing dan meminimalisasi munculnya keramaian dan kerumunan mahasiswa sehingga dianggap dapat mengurangi potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan perguruan tinggi. Tantangan dan beberapa kendala dalam pembelajaran daring adalah lemahnya pengawasan terhadap mahasiswa, kurang kuatnya sinyal di daerah pelosok, dan mahalnya biaya kuota. Sedangakn kelebihannya adalah meningkatkan kemandirian belajar, minat dan motivasi, keberanian mengemukakan gagasan dan pertanyaan.