TW Maduretno
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Karakter Pada Model Project Based Learning Melalui Sumber Belajar Smartphone TW Maduretno; VS Andrini
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.86

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan pendidik dalam mewujudkan generasi unggul bangsa menuju Indonesia Emas 2045 salah satunya melalui pendidikan karakter. Fenomena perubahan di abad 21 terhadap kemajuan teknologi yang begitu pesat berpengaruh pada peserta didik. Pendidikan karakter merupakan salah satu filter yang kuat dalam mengatasinya. Tujuan penelitian ini yaitu mengimplementasikan pendidikan karakter pada model Project Based Learning melalui sumber belajar smartphone. Nilai-nilai karakter diintegrasikan melalui pembelajaran dengan materi Dasar-dasar IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian kualitatif dengan metode survei terkait persiapan, pelaksanaan dan penilaian pendidikan karakter. Sample penelitian pada 30 mahasiswa Pendidikan IPA Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018. Teknik pengumpulan data melalui teknik angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter yang diterapkan berpengaruh pada peningkatan nilai pada prestasi sikap peserta didik dalam aspek berpikir kritis, percaya diri, jujur, kerjasama, tanggungjawab, pantang menyerah, dan inovatif. Peserta didik menunjukkan peningkatan perilaku yang dinyatakan dalam indikator pendidikan berkarakter secara konsisten. Pada apek inovatif, peserta didik mampu mengaplikasikan model Project Based Learning dengan membuat “Softcase Smartphone Berkarakter” sebagai pendukung belajar.
Efektifitas Model Problem Based Learning Sebagai Bentuk Aplikasi Teknik Instalasi Listrik Dalam Kehidupan Masyarakat TW Maduretno; Mohammad Candra Ali Baddarutdin
Dharma Pendidikan Vol 15 No 1 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i1.118

Abstract

Program efisiensi energi di segala bidang, khususnya energi listrik makin dirasakan perlu karena semakin terbatasnya sumber-sumer energi yang tersedia dan semakin mahalnya biaya pemakaian energi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas model Problem Based Learning pada pokok bahasan teknik instalasi listrik sebagai bentuk aplikasi konsep fisika dalam kehidupan masyarakat. Metode penelitian yaitu berupa sosialisasi dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang tata cara menghemat penggunaan energi listrik ditinjau dari sisi teknik instalasi dan bahan listrik yang dipakai. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan dengan langkah: (1) penyiapan materi, (2) penyajian materi, (3) pelatihan dan praktek, (4) implementasi dengan pemberian tugas, (5) observasi, supervisi, dan evaluasi dilapangan. Secara umum materi penyuluhan dan pelatihan adalah cara menghitung konsumsi energi listrik yang terpasang di rumah masing-masing mitra, cara pemasangan instalasi dan bahan listrik yang baik, dan langkah penghematan energi yang bisa dilakukan. Evaluasi juga dilakukan dengan mengukur keterlaksanaan tugas yang diberikan. Kegiatan pelatihan dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati dengan mitra dan bertempat di balai kantor Desa Mlilir, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 84% masyarakat antusias dalam mengikuti kegiatan. Dalam kegiatan yang dilakukan, penggunaan lampu pijar (bohlam) diganti dengan Lampu Hemat Energi (LHE). LHE dipilih karena daya yang diperlukan jauh lebih kecil dibandingkan lampu bohlam. Lampu bohlam jika digunakan semakin lama semakin panas. Hal tersebut dikarenakan hampir 90% energi listrik yang diserap dirubah menjadi panas. Artinya efisiensi lampu bohlam hanya 10%. Luaran dalam kegiatan ini, selain masyarakat diberikan pemahaman tentang konsep hemat energi juga diberikan pelatihan untuk memperbaiki jika terjadi kerusakan