Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POSTUR KERJA PADA PENYORTIR CODING DENGAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT Tryadi Tumewu; Indah Kairupan; Mathilda Kamagi
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 15 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v15i1.36

Abstract

Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan keluhan pada bagian otot tertentu hal yang sering dialami oleh para pekerja. Beberapa pekerjaan yang bisa menjadi penyebab MSDS seperti pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang, pekerjaan dengan waktu yang lama dengan posisi tidak berganti. Salah satu pekerjaannya adalah Sortir Kode (Coding). Tujuan dari Karya Ilmiah ini adalah melakukan pengukuran pada pekerja Coding menggunakan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengetahui resiko cedera terhadap postur kerja. Dalam pengukuran REBA pada terdapat tiga dua kelompok pengukuran tubuh yaitu kelompok pengukuran tubuh bagian atas yaitu Trunk, Neck, Legs dan kelompok pengukuran tubuh bagian bawah yaitu Upper Arm,Lower Arm, Wrist. Dalam pengukuran pada Stasiun kerja Coding pengukuran dibagi menjadi dua stasiun kerja yaitu A dan B danpekerjaan dibagi menjadi empat jenis pekerjaan (Action), setelah dilakukan pengukuran didapat bahwa level resiko yang tinggi yaitu pekerjaan Sortir A dengan Action A1, proses ini didapat score 10 yang berarti bahwa posisi tubuh penyortir dengan levelresiko yang tinggi. Dalam pengukuran ini juga didapat bahwa setiap kegiatan sortir A dan B dengan Action 1-4 terdapat posturkerja yang sangat mempengaruhi score REBA yaitu Truck Posture hal ini dikarenakan pekerja banyak memberikan perhatiankepada sortiran yang posisinya yang ada dalam genggaman tanganya. Skor REBA juga banyak dipengaruhi oleh level posturNeck dan Legs, dimana pekerja melakukan sortir duduk menggunakan kursi yang sangat rendah. Maka dari hasilpengukuran yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kondisi pekerjaan pada Sortir A dan B sangat perlu segera dilakukanperubahan postur kerja dengan penggunaan alat bantu yang tepat untuk mengurangi resiko keluhan MSDs.
ANALISA RESIKO PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA GMIM PETRA PERUMAHAN PERMATA ASRI SEA Ferry Wantouw; Tryadi Tumewu; Ronald Rachmadi
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v15i2.49

Abstract

Pembangunan gedung Gereja GMIM PETRA Sea dibangun di area perumahan Perumahan Permata Asri, Desa Sea yang dilatar belakangi dengan kondisi masyarakat yang beragam agama dan golongan, serta anggota Jemaat yang memiliki latar belakang yang berbeda. Pembangunan tahap pertama telah mencapai ± 40% yang memakan waktu dan biaya yang kurang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisa resiko yang terjadi akibat pembangunan gedung gereja. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif secara kualitatif dimana hasil penelitian bukan merupakan suatu penemuan teori yang baru, melainkan hanya menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara terjadi. Hasil kuesioner yang dibagikan ke 30 respoden mengelompokan 3 komponen resiko yaitu 1)Komponen Dokumen dan Komunikasi (Protes masyarakat, perbedaan pendapat Jemaat, Material tidak sesuai, Perubahan design, dan keterlambatan perijinan) denga besar pengaruh 46,273%; 2)Komponen Material (Waste, Keterlamabatan pengiriman, Kerusakan, kenaikan harga) dengan besar pengaruh 18,170 %.; 3)Komponen Perlatan (Kenaikan harga sewa, keterlambatan mobilitas, kurang, Crane amblas) dengan besar pengaruh 9,690 %. Selanjutnya strategi penanganan resiko sesuaidenga prinsip pengurangan resiko khusus untuk komponen material perlu dilakukan penanggulangan. Pembangunan gedunggereja ini sangat penting untuk memperhatikan faktor dokumen dan komunikasi sehingga pengaruh kepada faktor penyebablainnya bisa dikurangi.