Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT Fenny Moniaga; Vanda Rompis
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v15i2.43

Abstract

Perkembangan ekonomi dan pembangunan di Indonesia menuntut ketersediaan fasilitas penunjang kegiatan seperti bangunan fisik, seperti pabrik, perkantoran dan lainnya. Pada proses konstruksi berlangsung untuk menyelesaikan pembangunan dalam waktu yang telah disepakati bersama terdapat banyak pekerjaan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja. Untuk itu, dalam proses konstruksi diperlukan juga Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja terdapat juga dampak yang pengaruhnya cukup besar yaitu sumber bahaya kerja dapat berupa faktor fisik, kimia, biologis, serta mental psikilogis atau tindakan dari manusia sendiri merupakan penyebab terjadinya kecelakaan yang harus ditangani secara dini. Banyak perusahaan konstruksi memandang kecelakaan-kecelakaan sebagai hal yang kebetulan, tak terduga dan karena itu tidak termasuk dalam manajemen perusahaan konstruksi yang ingin mencegah kecelakaan di kemudian hari, untuk mengurangi kerugian dan kerusakan dan untuk meningkatkan efisiensi, harus memandang secara sistematis pada pola total kejadian kecelakaan. Dalam penelitian ini, untuk menjamin pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja dari pelaku konstruksi, sumber produksi, serta lingkungan kerja, maka perusahaan perlu dikembangkan management risk yang didasarkan pada identifikasi bahaya dan penilaian resiko dengan menggunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesement ). Di analisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang pula dibatasi pada pekerjaan pemancangan di proyek pembangunan kantor PT. Jasa Marga. Semua jenis pekerjaan yang dilakukan memiliki bahaya yang berbeda juga. Pada proyek konstruksi kantor PT. Jasa Marga yaitu pekerjaan pemancangan, terdapat beberapa jenis bahaya yang dapat ditimbulkan pada saat melakukan pekerjaan. Bahaya yang ditimbulkan seperti tertimpa peralatan dan material, tersengat listrik dan sebagainya. Potensi bahaya dan resiko sesuai dengan analisa menggunakan metode HIRA sudah berada pada level Medium, High hingga Extreme. Potensi ini berkurang dengan adanya penerapan kontrol hirarki yang diterapkan oleh PT. Pacifik Nusa Indah. Untuk itu perlunya pengawasan dan tingkat pengendalian yang lebih baik.
PENENTUAN JENIS PEMELIHARAAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS: RUAS JALAN KELURAHAN TONDANGOW KECAMATAN TOMOHON SELATAN) Richard Uguy; Vanda Rompis
Jurnal Ilmiah Realtech Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52159/realtech.v17i2.72

Abstract

Kerusakan jalan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu kerusakan struktural yang mencakup kegagalan perkerasan atau kerusakan dari satu atau lebih komponen perkerasan yang mengakibatkan perkerasan tidak dapat lagi menanggung beban lalu lintas, dan kerusakan fungsional yang mencakup keamanan dan kenyamanan, oleh karena itu perlu dilakukan adanya Pemeliharaan Jalan, yaitu kegiatan penanganan jalan yang meliputi perawatan, rehabilitasi, penunjangan, dan peningkatan. Metode evaluasi kerusakan jalan yang akan digunakan yaitu metode Bina Marga. Metode Bina Marga umumnya digunakan di Indonesia dapat menghasilkan nilai prosentase kerusakan jalan. Penelitian dilakukan di salah satu ruas jalan yang ada di Kelurahan Tondangow dengan panjang 100 meter dan lebar 4 meter. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan data melalui dua survey yaitu Survei Lintas Harian Rata-Rata (LHR) dan survei kerusakan perkerasan jalan secara manual di lapangan. Pada penelitian ini didapatkan hasil tingkat kerusakan jalan sehingga dapat ditentukan jenis pemeliharaan yang akan dilakukan. Hasil yang didapatkan yaitu tingkat kerusakan jalan mencapai 1,745% dari seluruh ruas jalan yang ditinjau, dengan jenis kerusakan diantaranya lubang, retak kulit buaya dan retak memanjang. Kerusakan ini masih termasuk dalam kerusakan ringan sehingga dimasukkan dalam program pemeliharaan rutin. Untuk mendapatkan hasil kinerja yang optimal maka perlu dilakukan pemeliharaan jalan untuk menjaga kualitas layanan jalan.