Amri Amri
Sekolah Tinggi Agama Islam Bengkalis

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Pendidikan dalam Persefektif Hadis Amri Amri
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur’an, merupakan sarana fungsionalis untuk menggali tentang media pendidikan Islam. Media pendidikan Islam merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam sistem pendidikan, karena media pendidikan Islam merupakan alat untuk mencapai tujuan sekaligus yang akan memudahkan guru dalam pelaksanaan pendidikan pada semua jenjang tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Media Pendidikan Dalam Persefektif Hadis? Penelitian ini kualitatif, yaitu pendekatan yang memberikan penjelasan dan penjabaran terhadap suatu fenomena yang berkenaan dengan kajian yang diteliti secara jelas, sistematis dan objektif, tanpa mengurangi keilmiahannya. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan kajian penelitian pustaka (Library research), data yang penulis dapatkan melalui membaca sejumlah kitab-kitab hadist, buku, artikel dan literatur lainnya yang bersumber dari data primer dan data skunder, yang bertujuan untuk mempersiapkan bahan-bahan teoritis yang berhubungan langsung dengan pokok pembahasan, serta mengenai tehnik analisis data yang penulis gunakan adalah adalah analisis isi atau content analysis. Adapun hasil penelitian ini yaitu Penelitian ini tergolong metode model library research, yakni berbasis literature. Penulis juga melakukan dua pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yakni mawdhu'iy (tematik) dan tahliliy yang digunakan untuk menganalisis teks Hadits. Kedua pendekatan metode ini memang yang paling populer di kalangan para pakar tafsir dan Hadits. Pendekatan kajian tematik (mawdhu'iy) merupakan bagian pendekatan kajian dan penelitian dalam Hadits. Metode ini pada mulanya diperkenalkan oleh al - Farmawiy dalam konteks pembahasan Al - Qur'an. Tetapi pada akhirnya metode ini pun dapat dipakai dalam kajian Hadits dalam berbagai hal. Sistematika pembahasan hadits tarbawi yang akan ditulis diantaranya: lafadz hadits dan terjemahan, mufrodat, asbabul wurud, sanad dan matan hadits, serta penjelasan kandungan hadits atau syarah.
Masa dan Rentang Waktu Pendidikan dalam Perspektif Hadis Amri Amri
Qonun Iqtishad EL Madani Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak telah diatur dalam Islam sesuai dengan perkembangan anak, seperti dalam hadist Rasul yang berkata ketika anak umur 7 tahun mendidiknya itu dengan perintah mendirikan shalat, dan sampai 10 tahun mendidiknya bisa dengan memukul, bahkan umur 10 tahun pisah tempat tidur, tentu hal itu sesuai dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Masa Dan Rentang Waktu Pendidikan Dalam Perspektif Hadis? Penelitian ini kualitatif, yaitu pendekatan yang memberikan penjelasan dan penjabaran terhadap suatu fenomena yang berkenaan dengan kajian yang diteliti secara jelas, sistematis dan objektif, tanpa mengurangi keilmiahannya. Maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan kajian penelitian pustaka (Library research), data yang penulis dapatkan melalui membaca sejumlah kitab-kitab hadist, buku, artikel dan literatur lainnya yang bersumber dari data primer dan data skunder, yang bertujuan untuk mempersiapkan bahan-bahan teoritis yang berhubungan langsung dengan pokok pembahasan, serta mengenai tehnik analisis data yang penulis gunakan adalah adalah analisis isi atau content analysis. Adapun hasil penelitian ini yaitu kedua hadis tersebut sama-sama membahas tentang batas atau masa pendidikan bagi anak-anak, sebagaimana inti sari dari hadis tentang fitrah dijelaskan bahwa, pendidikan mulanya bagi anak itu dalam keluarga, semenjak anak tersebut lahir ke dunia ini, maka sebagai tempat adalah rumah serta sebagai pendidik adalah orang tua, nah disitulah anak pertama mengayomi pendidikan sampai dia baliq.